Sepenggal Cerita Saat Live In Bejalen, Kampung Pelangi yang Makin Hits di Media Sosial

Desa pelangi kini makin hits aja ya gais. Hemmp, saya pernah lho mencoba live in di desa pelangi. Nah kalau ini ada di Bejalen Ambarawa gais! Kalau penasaran, bisa kok kalian simak cerita serunya!

***

Nggak biasanya saya bisa tidur dengan nyenyak di sebuah homestay. Bukannya gimana-gimana sih, karena saya nggak terbiasa aja tidur dirumah warga (sungkan). Tapi saat saya dan lima orang teman saya datang ke Bejalen dan tidur di homestay saya merasakan sensasi yang berbeda.

Wehh, rumahnya asik buat nikmatin liburan ala-ala pedesaan gitu. Satu hal yang bikin saya betah adalah desain rumahnya yang terbuat dari papan semi modern ini serasa menyatu dengan alam.

setiap sudut desa nampak pemandangan unik seperti ini

Mungkin Kamu nggak familiar dengan desa Bejalen. Ya, awalnya saya juga gitu kok, tapi setelah tau itu desa pelangi saya pun akhirnya tahu juga. Di sana banyak sekali spot dan potensi yang bisa di eksplore lho! Pertama saat masuk saya melihat desa itu biasa saja. Tapi ternyata daya tarik desa ini ada di pinggiran sungai.

Jangan pernah menganggap bahwa sungai itu kotor dan kumuh karena ini nggak berlaku di Desa Pelangi Bejalen ini!

nih penampakan kali werno

Sempat kaget sih, saat lihat penampakan sungai di Bejalen yang bersih dan asri ditambah lagi rumah di kanan dan kiri yang nampak cemerlang dan warna-warni gitu. Ternyata sore itu sepanjang sungai ramai dengan pengunjung. Mereka tak segan untuk berfoto di tembok warga yang sengaja dicat warna-warni.

sekitaran kalinya pun bersih

Rasanya saya pun nggak sabar pengen foto di situ, lumayan lah buat tambah-tambah feed instagram. Haha. Sekali-sekali narsis boleh kan yak?

Dua malam serasa kurang untuk eksplore desa Bejalen ini

Kak Aji, Kak Yasir, Kak Ghoz, Kak Ari dan Kak Moy pun rupanya merasakan hal yang sama. Kami merasa nyaman tinggal di Bejalen. Potensei di desa ini sangat unik dan layak untuk dikebangkan. Apa lagi home stay yang kami tempati nyaman dan pemiliknya pun ramah.

ini penampakan homestay kami
Selfie dulu sama pemilik rumah

Rencana kami untuk kongko-kongko di pinggir kali belum kesampaian sampai Kami pulang. Alasan utamanya sih karena kedatangan kami karena undangan bukan semata-mata datang atas nama pribadi. Lain kali deh, kami mau kesana lagi. Yuk kak!

Eksplore sunrise di rawa pening itu indah banget, rasanya nggak bisa move on gitu

Gimana syahdu kan?

Sekali-sekali lebay boleh lah ya! Hunting sunrise itu serasa jadi ritual wajib saat dolan ke tempat wisata alam. Meskipun saya sempat di tinggal dua manusia buat hunting sunrise. Di hari ke-3 saya benar-benar menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan itu.

Satu lagi yang gak boleh ketinggalan

Tak ada hentinya saya berdecak kagum melihat fenomena alam ini. Satu, dua, seratus foto pun saya dapatkan pagi itu. Udara sejuk pun tak luput memenuhi paru-paru saya. Rasanya saya sudah lama tidak menghirup udara sesegar ini. Ya, sih keseringan jalan di kota dengan beragam asap kendaraan dan polusi udara.

Rombongan abege sok eksis narsis dulu demi eksistensi

Dari kemarin kami hanya melihat rombongan ABG yang foto-foto di tembok warna itu. Mumpung masih pagi kami pun ikut eksis lah ya! Kurang lebih 100 jepretan lah nampung dalam memori kamera. Lumayan lah stok buat update instagram terpenuhi. Update blog apa kabar?

Jangan ngiri ya kalau lihat foto-foto kami yang narsis dan super kece ini! Hihihi

Nggak mau kalah kami pun masih ABEGE
duhh ini juga sok ala2 jadi model boyband
Lah, malah senyum pepsodent

Puas foto-foto kami pun menyusuri sungai dengan naik setum

Buat Kamu yang belum tahu, setum adalah perahu kecil yang digerakkan dengan motor diesel. Biasanya sih menggunakan pipa panjang yang ujungnya ada baling-balingnya. 1 perahu ini hanya muat di tumpangi 5-6 orang saja. Kalau kebanyakan bahaya gais! Kamu akan terguling dan jatuh ke sungai.

Ini kami! Eh bukan setum yang kami naiki
Pemandangannya oke kan?
Langit biru, kali coklat!

Menyusuri kali werno menuju rawa pening sontak mengingatkan saya dengan susur sungai di Mekong Vietnam tahun lalu. Kali yang kami lalui berwarna coklat, tapi sayang semakin ke hilir sungai itu nampak kotor. Banyak sekali sampah plastik yang tersisa. Padahal sepanjang kali werno sudah bersih dan indah dipandang lho!

duhh sayang banget ini saya temui di pojokan sungai
Biar penutupnya bukan foto sampah

Hati rasanya mau rontok melihat sampah menumpuk di pinggiran itu. Rasanya nggak cocok dengan view yang ditawarkan pagi itu. Terlepas dari sungai yang kotor saya melihat hijaunya tumbuhan dan panorama gunung Merbabu yang menjulang tinggi.

***

Yah, rasanya masih kurang puas buat live in singkat di Bejalen. Sepertinya harus ke sana lagi nih! Duh, atur waktu lagi kali ya! Biasa blogger sok sibuh mah begini seolah-olah nggak punya waktu. Nah, itulah sepenggal cerita saya dan teman-teman di Bejalen, karena capek nulis Kamu bisa simak cerita lainnya juga ya!

Puncak Mas Salah Satu Spot Hits di Lampung

 

Share This:

16 thoughts on “Sepenggal Cerita Saat Live In Bejalen, Kampung Pelangi yang Makin Hits di Media Sosial

  1. wew… bukan maenn… sampai tinggal di homestay nya segala yaa… jd puas meng explore desanya..

    pasti bakalan rame abege yg foto2 disitu tuh..

    btw itu yg ngecat rmh warganya pemerintah ya? apa emg warga nya yg kompakan?

  2. wah sekarang lagi ngehits ya mas .. kampung yang penuh warna warni … coba Indonesia biasa semua seperti ini pasti Indonesia penuh warnaaa

  3. homestaynya nampak homey ya mbak, apalagi model dindingnya diekspos gt. asli suka model yang begitu.
    Mulai marak nih pembersihan sungai dan jadi alternatif objek wisata, kayak di sunga-sungai di Selat Melaka Malaysia ya.
    btw salam kenal dari Malang

  4. Ihhh seandainya yaaa semua warga di kota manapun udh sadar kebersihan dan keindahan begini..jd g ada lg yg buang sampah sembarangan, g ada lg yg rumahnya kusam ga terawat… Ga perlu rumah yg mahal modern, tp yg terawat dan warna warni gini aja udh cakep bgt diliat 🙂

  5. ini acara bareng genpi jateng kemaren itukah mbak?

    sayang yah pas di bagian hilir sungai masih ditemui sampah sampah yang mengapung. padahal kalau bener2 bisa bersih, wah bakal tambah cakep ni destinasi wisatanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *