Mau Tamasya Ke Brown Canyon? Pikir-pikir Lagi, Deh!

“Aku kalo ke Semarang anterin ke Brown Canyon ya…!”

“Ah, masa gak tau Brown Canyon sih? Katanya orang Semarang? Itu kan tempatnya hits banget!”

Sedikit mengeryitkan dahi sebetulnya, ketika mendengar celotehan dan rengekan teman-teman dari luar kota yang meminta saya untuk diantar ke tempat tersebut. Brown Canyon. Mendengar istilahnya sih terbayang sebuah tempat yang mirip dengan Green Canyon yang ada di Amazon yang indah dan mempesona.

brown canyon

Jika kita mencari foto tentang Brown Canyon di Instagram sih, emang banyak dan bisa dikatakan instagramable. Tapi pernah kah kalian tau dan kalian sadari seperti apa Brown Canyon itu? Menolak dusta jika saya sendiri pernah datang kesana. Tapi, kedatangan saya kesana bukanlah lantaran terpukau dengan beberapa foto yang beredar di Instagram. Namun, saya hanya ingin membuktikan beberapa pandangan negatif tentang tempat tersebut.

Bukan Tempat Yang Rekomended Buat Tamasya.

Kenapa bukan tempat yang rekomended? Banyak hal yang harus dipertimbangkan bila kita akan pergi kesana?

  1. Apa tujuan kita? Kalau tujuan kita cuma mau foto-foto. Kita bisa pergi ketempat lain yang lebih rekomended.  Yah, setidaknya beberapa tempat di Semarang banyak kok yang bisa buat foto dan tak kalah hits dari tempat tersebut. Kalau tujuan kita mau tamasya? Ini jelas salah kaprah, karena tempat ini adalah bukan tempat wisata.
  2. Brown Canyon adalah tempat galian golongan C. Tidak salah lagi, karena banyak sekali truk-truk pengankut pasir yang berlalu-lalang di area brown canyon. Selain itu kalian juga akan melihat beberapa mesin eskavator yang berfungsi untuk mengeruk tanah bukit tersebut.
  3. Banyak debu yang bisa mengganggu sistem pernafasan kalian. Apalagi datang bersama anak-anak. Lebih baik jangan deh, kalau tak ingin anak atau adik kalian terkena ISPA. Yah meskipun menggunakan masker tetap saja kalian akan merasa tidak nyaman dengan debu tersebut.

brown canyon

Miris sekali, ketika kita menyaksikan bukit yang bentuknya sudah tak karuan. Tandus, kering dan tidak rata karena membentuk tebing-tebing yang rawan. Jika memang pembentukan tebing-tebing tersebut karena proses alam. Mungkin kita akan berdecak kagum melihatnya. Namun, bila terbentuk karena ulah manusia yang disengaja maka rasa prihatinlah yang akan kita ungkapkan.

Brown Canyon

Adanya Aksi Pungli (Pungutan Liar)

Entah apa yang mendasari pungutan liar di lokasi galian golongan C tersebut. Ketika kalian memasuki area tersebut, siap-siap saja untuk didatangi oleh salah seorang preman untuk dimintai uang dengan dalih uang parkir, uang keamanan atau tiket masuk. Jumlah yang dikenakan sih memang tidak seberapa. Hanya Rp. 5.000 per orang. Tapi kalian bisa bayangkan jika perhari ada 10 pengunjung, maka berapa uang yang didapat? Lalu, uang tersebut larinya kemana? Entahlah. Yang jelas aksi seperti itu sangatlah membuat tidak nyaman. Pengunjung memang diberi secarik karcis yang saya sebut abal-abal agar terkesan meyakinkan.

brown canyon

Karena merasa geram terkena pungli, saya pun menyimpan secarik kertas tersebut. Lebih baik seperti itu daripada dibuang. Toh, membuang sampah sembarangan pun juga bukanlah sebuah perilaku yang baik. Satu jam berlalu, ketika kami mencoba berpindah tempat, tiba-tiba orang yang sama datang menghampiri kami setelah dia menghampiri beberapa pengunjung lain. Dalam hati, saya sudah merasa tidak enak. Dalam pikiran saya mencoba menebak bahwa preman tersebut akan meminta uang lagi kepada kami. Ternyata dugaan saya benar. Dengan dalih keamanan, parkir dan tiket masuk dia mencoba meminta uang kepada kami untuk kedua kalinya. Ketika kami menjelaskan bahwa kami sudah membayar, dia mencoba untuk mengelak sampai pada akhirnya saya merogoh secarik karcis abal-abal pemberian dia tadi. Namun, preman sialan itu masih ngotot untuk meminta uang. Dengan sedikit rasa marah saya pun berkata dengan nada agak tinggi dan sedikit melotot untuk membela. Akhirnya sang preman menyerah dan pergi. Bukannya merasa senang karena menang, justru saya merasa takut bila keselamatan saya terancam.

Masalah duit yang tak seberapa, ujungnya keselamatan terancam. Takutnya malah nanti keluar dalam headline koran lokal dengan judul “Pembunuhan Blogger Kece oleh Preman di Brown Canyon.” Amit-amit deh.

Tempat Galian Golongan C dan dinilai tidak Aman Oleh Pengunjung

brown canyon

Kenapa tidak aman? Karena tempat galian, maka banyak sekali truk pengangkut pasir yang lalu lalang. Selain itu tebing-tebing hasil galian itu dapat runtuh kapan saja tanpa kita sadari. Oleh karena itu sebaiknya jangan duduk di bawah tebing, atau lebih baik memilih tempat tamasya lain selain kawasan brown canyon.

Lalu, dengan beberapa fakta tersebut apakah kalian masih ingin pergi kesana? Pikir-pikir lagi deh.

Share This:

24 thoughts on “Mau Tamasya Ke Brown Canyon? Pikir-pikir Lagi, Deh!

  1. Aku juga pengen banget kesana mbak. Cuma menurut suami memang daerah galian, bukan tempat wisata. Safety nya tidak terjamin.
    Untungnya juga pas lewat daerah dekat Brown Canyon pas hujan. Ga jadi mampir deh 😀

  2. Belum pernah kesana :V dan ga tertarik:( dari fotonya keliatan biasa aja:( dan bahaya juga nanti dimintain duit sama pungli :v daripada dimintain duit sama pungli mending ke blog saya aja gratis :v hehehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *