Refund Tiket Pesawat Hanya Dapat 10 Persen Dari Harga Tiket

Kira-kira refund tiket pesawat dapat berapa persen yaa? Rasa galau pun segera merayapi hati dan fikiran, ketika pantatku sudah benar-benar menempel di kursi pesawat nomor 5B dan sabuk pengaman sudah melingkar di pinggang.

“Jangan mengambil keputusan di saat emosi dan perasaan lagi kacau balau.” Itulah ungkapan yang aku dengar dari salah satu sahabat dan aku mengakuinya. Memang benar sih, meskipun dalam kondisi genting sekalipun kita harus bisa berfikir dengan jernih dan harus bisa mengendalikan ego. Tapi nggak denganku saat itu.

Keputusan sudah aku ambil sembari kakiku melangkah dengan cepat melewati tangga berjalan dan melewati barisan orang-orang yang sedang mengantri di depan mesin pengecekan barang, tak lupa aku mengucap permisi karena sudah menyela antrian. Dan refund tiket pesawat pun sudah berhasil disubmit.

“Yawes, refund tiket pesawatmu sudah aku urus. Hati-hati di jalan.” Suara seseorang dari sebrang telepon, jelas terngiang di telingaku saat itu.

Drama ketinggalan pesawat terselamatkan karena maskapai mengalami delay

refund tiket pesawat
layar ini seolah menjadi sebuah petunjuk

Nggak biasanya lho aku ceroboh untuk nggak check in online. Apalagi sudah jelas aku tak ada bagasi. Check in online memang sangat membantu di kala ada kajadian waktu mepet gini, dan berulang kali aku masih beruntung meski harus lari-larian untuk menuju ke pintu keberangkatan. Dan sejak saat itu kata “Check In Online” seolah melekat dalam keningku bagai stempel yang tidak akan luntur.

Siang itu bagaikan tersambar petir ketika sudut mataku melirik jam yang melekat di tangan kiriku. Sudah menunjukkan pukul 14.50, dan aku masih di jalan, sementara jadwal pesawat 15.30. Sepanjang jalan pun aku mengumpat kesal sampai muncul lah ide “Beli Tiket Lagi”. Tanpa babibu aku langsung telpon seseorang yang aku yakini bisa membantuku dengan tulus (ya kan, kamu bantu aku dengan tulus?) Dia pun rela meninggalkan pekerjaannya sejenak demi aku repotin untuk mencari tiket cadangan sore itu dan berhasil.

Batik Air, dengan rute yang sama, Jakarta – Semarang, keberangkatan jam 19.50 di tanggal yang sama, 2 Novermber 2018. Aku pun menghela nafas lega di atas motor ojek online yang tengah ngebut menuju bandara. Barang kali Dewi Fortuna masih hinggap di pundakku sore itu.

Finanlly, aku diturunkan di M1, tempat parkiran motor dan untuk menuju terminal 1 atau 2 masih harus naik suttle bus. Aku memilih mengalah sore itu ketimbang harus berdebat dengan si tukang ojek yang sudah rela aku suruh ngebut mengejar waktu. Tapi kalau turunya tidak di tempat yang tepat yaa sama saja kan? Udahlah, capek gue!

Aku membuka lagi email yang aku dapat dari OTA tempatku memesan tiket. Informasi keberangkatan pesawat disebutkan ada di terminal 2, padahal maskapai yang aku naiki adalah Lion, dan yang aku tahu Lion berpusat di terminal 1. Begonya, aku pun mengikuti info tersebut dan mengabaikan pengetahuanku akan hal itu.

Damn! Sesampainya di terminal 2 tidak kutemukan apa-apa termasuk informasi perihal Lion Air. Yaiyalah bego banget sih jadi orang! Aku kembali menghubungi temanku lagi.

“Sial! gue dah telat, ini jam berapa coba? Menurut lo, gue transfer aja atau gimana? atau gue ke CS Lion?” Tanyaku sambil mengatur nafas dan mondar mandir di depan mesin ATM yang berderet di terminal 2.

“Bayar aja, toh nanti bisa direfund juga kan? Tapi baiknya kamu juga ke CS deh di terminal 1! Jangan lupa makan, daripada pingsan di Bandara.” Jawabnya dengan tenang.

Aku pun tergiring masuk ke dalam bilik ATM dan melakukan transaksi tranfer dana untuk tiket Batik Air yang sudah dipesan tadi. Saat itu transaksi yang aku lakukan di jam 15.45. Logikanya aku dah telat dan pesawat pun mungkin sudah tinggal landas meninggalkan bandara.

Setelah semuanya beres aku pun menuju stasiun kalayang untuk melanjutkan perjalanan ke terminal 1. Nah, di stasiun itu seolah aku mendapatkan sebuah petunjuk baru. Entah baik atau buruk aku belum bisa menyimpulkan. Pada layar biru aku mendapatkan informasi keberangkatan pesawat Lion Air tujuan Jakarta – Semarang dengan jadwal keberangkatan 16.50 on schedule! Lah, ini kan jadwal pesawat gue yang sebenarnya, kenapa direchedule?

Pertanda nih!

Dengan santai aku menuju terminal 1 kendati ingin menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi otakku berkata lain. “Pura-pura check in dan berbohong tidak dapat info perubahan jadwal” menjadi senjataku sore itu. Dengan tenang aku berdiri di depan counter chek in dan berhadapan dengan seorang petugas laki-laki dengan senyum ramah meminta KTP dan bukti booking onlineku.

Aku melihat si bapak nampak mengetikkan sesuatu dan tak lama keningnya mengerut sambil mendongak menatapku. Aku tahu, pasti kabar buruk yang akan disampaikan. Aku pun, memandangnya dengan tatapan melas.

“Mbak, ini ada perubahan jadwal, tidak bisa check in.” Katanya sambil membaca informasi yang ada di layar komputernya.

“Perubahan jadwal? Kok saya tidak dapat infonya yaa pak?” Kataku sedikit mengekspresikan rasa kaget. Aduh, dosa aku kali ini sudah berbohong sama petugas konter check in.  Dia pun memastikan no ponsel dan email yang aku gunakan untuk memesan tiket. Alih-alih tidak mau disalahkan atas kasus ini. Haha. Ya sih pak, tidak salah kok aku yang salah, sudah bohong.

“Coba ke CS saja mba, siapa tahu bisa dibantu. Tapi ini pesawatnya sudah terbang.” Tandasnya.

Akupun mengangguk sambil merenggut kembali KTP dan ponselku, kemudian ngeloyor ke CS yang tidak jauh dari konter check in dan aku pun mengutarakan hal yang sama. Kenapa ada perubahan jadwal tapi aku tidak dapat informasinya? Lagi-lagi aku memasang tampang melas tak ada sedikit ekspresiku yang keras atau marah.

Info lain yang aku dapat adalah, penerbangan ke Semarang sore itu sudah tidak ada lagi, pesawat Lion JT 514 yang seharusnya aku naiki tidak beroprasi, makanya semua penumpang dialihkan ke pesawat Lion JT 502 di jam 15.30.

Si CS yang tengah hamil itu pun meminta KTP ku dan mengcopy-nya. Lalu dia berjalan ke luar sambil membawa kertas berisikan print out yang aku pun tak tahu apa isinya. Dia hanya memintaku menunggunya di tempat aku berdiri menggendong tas berukuran 20L yang tidak penuh isinya.

“Mbak, langsung naik ke gate A4 ya, pesawatnya delay, penumpangnya baru mau masuk.” Katanya seraya mengembalikan KTP dan memberiku boarding pass.

“Kak, minta tolong di refund, pesawat gue delay, nggak jadi telat. ” Aku pun segera memberikan kabar ini kepada temanku melalui telepon sambil berlari menaiki tangga berjalan menuju gate A4. Dan dia mengiyakan apa yang aku mau.

Sadar akan ketentuan refund tiket pesawat pada maskapai 

Satu hal yang aku tahu, dan aku sadari adalah pengembalian uang yang akan aku terima setelah proses ini tidak dapat kembali 100 persen. Entah 75, atau 50 atau malah 10 persen aku tidak tahu yang jelas ada ketentuan tertulis akan hal itu dan berdasarkan waktu pembatalan dengan waktu keberangkatan.

Ketentuan refund setiap maskapai pun berbeda, kebetulan maskapai yang aku refund adalah Batik Air, masih satu keluarga dengan Lion Air dan Wings Air jadi mereka pun punya ketentuan yang sama. Begini ketentuannya!

Subkelas O

  • sampai 72 jam sebelum keberangkatan, refund dikenakan biaya pembatalan 20% dari tarif dasar tiket per penumpang.
  • antara 72 jam sampai 4 jam, refund dikenakan biaya pembatalan 40% dari tarif dasar tiket per penumpang.
  • antara 4 jam sebelum keberangkatan sampai 2.160 jam setelah keberangkatan, refund dikenakan biaya pembatalan 90% dari tarif dasar tiket per penumpang.

Selain subkelas O

  • sampai 72 jam sebelum keberangkatan, refund dikenakan biaya pembatalan 25% dari tarif dasar tiket per penumpang.
  • antara 72 jam sampai 4 jam, refund dikenakan biaya pembatalan 50% dari tarif dasar tiket per penumpang.
  • antara 4 jam sebelum keberangkatan sampai 2.160 jam setelah keberangkatan, refund dikenakan biaya pembatalan 90% dari tarif dasar tiket per penumpang.

Ketentuan lainnya :

  • Subkelas U: PPN dan airport tax (pajak bandara) akan hangus.
  • Subkelas O: PPN akan hangus.
  • Subkelas R: airport tax (pajak bandara) akan hangus.
  • Subkelas lainnya: penumpang akan mendapat refund penuh (100% dari tarif dasar tiket)

Kebijakan tersebut berlaku untuk penumpang dewasa dan anak-anak pada ketiga maskapai. Yasudah hitung saja berapa uang yang akan kembali berdasarkan prosentase di atas.

Dalam hal ini, OTA hanya bersifat membantu meneruskan proses refund tiket pesawat yang kita ajukan kepada pihak maskapai. Dan wajar saja kalau dia pun membebankan kita biaya pembatalan. Untuk proses uang kita bisa kembali paling cepat 14 hari kerja aktif.

Nominal yang aku terima setelah refund tiket pesawat

refund tiket pesawat
Nominal refund tiket pesawat dan harga pesawatnya

Belajar dari kasus yang aku alami, (ciye kasus yang aku alami) ini mah sebuah ke begoan yang pernah aku lakukan. Haha. Syudahlah, nasi sudah jadi bubur tambahin micin dikit lalu makan saja dengan nikmat, karena menyesalinya bukan sebuah hal yang baik dan bijak. Haha.

Kita hitung saja yuk!

Pertama, transaksi pembelian tiket jam 15.45, keberangkatan 19.50, dan pembatalan jam 16.50, which is itu kurang dari 4 jam. Maskapai Batik Air Subclass A (ekonomy). Harga tiket Rp. 927,516. Untuk harga tiket yang aku transfer ini pasti ada PPN dan pajak bandara dan aku nggak tahu harga dasar tiket pesawatnya berapa yaa.

Nominal refund tiket pesawat yang aku terima adalah Rp. 172.900. Ini sudah dikurangi dengan fee pembatalan OTA, sebesar Rp 30.000 (info ini aku dapat setelah telpon dengan CS traveloka tanggal 3 Nov 2018). Jadi kalau ada perubahan nantinya jangan mencerca aku ya!

Refund tiket pesawat lion air dilakukan pada tanggal 2 November 2018 dan traveloka memberikan refund tersebut di tanggal 14 November 2018. Artinya tidak ada 14 hari kerja semua sudah beres dan kembali meski tidak sesuai harapan dan jauh dari harga tiket yang dibayarkan. Tapi nggak apa-apa masih bisa buat jajan cilok aku pun sudah merasa bahagia.

***

Udah ya, gitu aja semoga pengalamanku ini bermanfaat buat semua pihak. PS : jangan sekali-kali membatalkan tiket pesawat mendekati keberangkatan, mending dinaiki saja! Pikirlah matang-matang sebelum refund, karena ada alasan kenapa kamu harus refund. Hahaha. Tahu gitu gue naik batik dan membiarkan Lion berangkat dulu, kenapa sih pakai acara delay segala?

Share This:

12 thoughts on “Refund Tiket Pesawat Hanya Dapat 10 Persen Dari Harga Tiket”

  1. Aku april lalu refund tiket pesawat air asia, dari tiket promo pp berdua surabaya penang, dari 600ribuan kembali 400ribuan, berarti refundnya hanya 70 persen ya 🙂

  2. Mantebh info n pengalaman idupnya kak. Tp y mmg hrs disadari tdk ada refund yg 100%…tp jelas ini pengalaman berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *