Traveler Juga Bisa Terkena Osteoporosis Lho!

Setiap orang yang doyan kelayapan pasti aktif bergerak. Tapi nggak semuanya! Percaya nggak? Nggak semua traveler aktif bergerak. Apalagi sekarang segala transportasi mudah untuk dijumpai. Becak, ojek, angkutan kota, bus, taksi dan masih banyak lainnya. Aku yakin kalian pasti lebih memilih menggunakan transportasi ketimbang jalan kaki. Apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya.

Nah, kalian tahu nggak kalau malas bergerak itu bisa menyebabkan osteoporosis. Jangan pernah menepis kalau osteoporosis itu hanya terjadi pada orang-orang tua saja. Faktanya tidak, guys! Sebenernya aku pun berfikir begitu pada awalnya. Namun saat aku datang pada acara talkshow tentang pencegahan osteoporosis aku jadi tahu lebih banyak.

Mencegah Osteoporosis dengan aktif bergerak

Sebelunya kalian tahu nggak kalau hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober? Pada tanggal tersebut pun aku ikut memperigatinya bersama Kementerian Kesehatan RI dengan menghadiri acara talkshow tentang pencegahan osteoporosis. Osteoporosis adalah sebuah keadaan tulang yang menjadi rapuh, keropos, dan mudah patah. Biasanya ini banyak ditemui pada orang berusia lanjut. Parahnya, mereka tidak menyadari bahwa dirinya mengalamai osteoporosis, namun tiba-tiba mengalami patah tulang. Makanya kita harus selalu selalu aktif bergerak, berapa pun usia kita.

Yang lebih membuat khawatir, 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis. Dengan adanya data tersebut dr. Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI mengatakan, salah satu fokus Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah rutin melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Latihan fisik ini sebenarnya tidak hanya mencegah osteoporosis yang merupakan penyakit tidak menular, tapi juga mencegah datangnya penyakit menular. Bagaimana pun, aktif melakukan kegiatan yang melibatkan fisik dapat membuat tubuh lebih sehat dan daya tahan tubuh lebih kuat. Seharusnya, ini sudah tidak diragukan lagi oleh para traveler.

Osteoporosis juga termasuk penyakit yang sangat memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi bagi pengidapnya. Gimana nggak coba? Biaya pengobatan orang yang kena osteoporosis itu mahal lho! Produktivitas kerja seseorang juga bisa hilang karena mengalami penyakit ini. Lebih jauh lagi, penyakit ini berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Serem kan?

Meskipun lagi traveling jangan sampai lupa buat makan makanan yang sehat

Selain kalian melakukan aktivitas fisik, makanan sehat pun harus dikonsumsi. Ini juga yang disarankan oleh dr. Ade Tobing. Beliau yang merupakan Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menyarankan, selain beraktivitas fisik, terapkan juga pola makan yang sehat. Misalnya, penuhi kebutuhan asupan kalsium per hari, sesuai usia. Lalu, penuhi kebutuhan akan vitamin D, untuk membantu penyerapan kalsium.

Jangan terapkan gaya hidup yang kebanyakan duduk melulu. Kalian nggak gitu kan? Traveler mana ada sih yang kerjanya duduk melulu. Haha.  Asal kalian nggak sering manja aja pas traveling. Misalnya sedikit-sedikit menggunakan transportasi umum untuk berpindah tempat. Jangan lupa olah raga juga, ya! Ini juga berlaku padaku kok. Meskipun aku suka jalan kaki, tapi kadang juga ngelug apalagi kalau cuaca sudah mulai panas dan terik.

Kurang olahraga, apalagi kegiatan sehari-hari adalah duduk terus, akan menghambat proses pembentukan massa tulang. Lama kelamaan kepadatan massa tulang juga berkurang, lalu bisa mengalami osteoporosis, deh. Serem kan? Yuk ubah pola hidup kita menjadi yang lebih baik lagi.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *