Keindahan Alam Seroja yang Tak Bisa Dilewatkan

Banyak yang bilang kalau mau mendapatkan spot foto cantik harus rela untuk berkorban. Bukan korban perasaan ya, tapi harus rela berjuang. Misalnya, harus rela trekking demi mendapatkan sunrise dan yang menawan, atau mungkin rela manjat pohon agar mendapatkan beberapa jepretan yang luar biasa. Haha. Tapi, selama aku terdampar di Wonosobo, bagiku semua yang aku lihat dengan lensa mataku, indah.

Indah, tanpa harus trekking dan mungkin terpeleset jatuh bangun. Nggak seperti perjalananku saat menyusuri bukit Pawuluhan bersama seseorang. Ah syudahlah. Pagi-pagi buta harus rela mendaki bukit dengan medan yang nggak terlalu tinggi, tapi cukup licin dan terjal. Tak heran kalau aku yang lemah ini berkali-kali terpeleset dan nyungsrup di tanah. Hasilnya, kaki keseleo, celana kotor dan robek. Aduhay deh pokoknya. Haha. Rasanya? Jengkel, badmood dan KZL. Ditambah lagi harus lewat material longsor yang penuh lumpur. Duh, kasihan kan motorku jadi kayak kebo!

Kabut pagi membuat suasana makin dingin dan menusuk.

***

Kali ini perjalananku bisa dibilang sedikit santai dan nyaman. Hanya cukup dengan menggunakan sandal jepit dan setelan casual aku bisa berlenggak dengan santai. Eits, tunggu dulu! Jaket tak lupa ikut melekat di badan ini. Dingin coy! Entah berapa derajat suhu udara di pagi itu. Tapi aku berusaha tak menghiraukannya. Meskipun udara pagi yang dingin itu masuk ke sela-sela jaketku. Sesekali aku menggosok-gosokkan telapak tanganku agar terasa sedikit hangat.

Bukit Seroja pagi itu masih belum terlihat keseksiannya. Mata ini masih sayup-sayup untuk menikmati keindahannya. Begitu juga teman-teman lainnya. Sesekali aku menarik nafas panjang, agar udara pagi yang sejuk ini memenuhi paru-paruku. Masya Allah, udara ini tak pernah aku dapatkan di Ibu Kota. Seneng banget rasanya.

Kami berjalan naik dengan melalui medan yang sedikit nanjak dan tidak begitu terjal. Berharap mendapatkan sesuatu yang bisa diabadikan. Bagiku, mengabadikan menggunakan ingatan saja sudah cukup di sini. Tapi karena membawa kamera, jadi gatel kan buat mencet tombol shutter! Hahaha, dasar!

Aroma kebun teh yang menggoda

Matanya jadi ijo kan, liat daun-daun segar.

Tahu nggak apa yang lebih menggoda saat menyusuri Alam Seroja? Aroma daun teh yang segar. Indra penciumanku memang agak sedikit tajam untuk meraskan. Rasanya ingin banget foto di tengah-tengan sana. Hanya saja takut dibilang alay, jadi aku urungkan saja. Hahaha. Nggak heran kan kalau Wonosobo terkenal dengan produksi tehnya.

Andai saja pagi itu bisa duduk manis menikmati teh sambil buku di dekat kebun teh. Asik kali ya? Sayang banget, pagi itu warung yang ada di sekitar alam Seroja belum pada buka. Ini sih, karena kami emang datang terlalu pagi. Niatnya mau mencari sunrise, nggak tahunya sang surya masih malu-malu bertemu dengan kami.

Pemandangan telaga Menjer pun sayang untuk dilewatkan

Langit mulai terang, pemandangan di depanku seolah berubah makin indah. Gundukan gunung, hijaunya perkebuanan teh dan keindahan telaga Menjer yang ada di bawah sana seolah menjadi sebuah pelengkap pemandangan pagi ini. Seandainya masih ada waktu, mungkin aku akan memilih ekstend. Sayangnya, beberapa tugas kantor sudah antri minta untuk segera diberesi.

alam seroja
Pemandangannya sejuk kan? dijamin betah deh.

Kalau kata Jaime Lyn Beatty “Jobs fill your pocket. Adventures fill your soul.” Jadi, kita juga perlu mengisi dompet untuk traveling kemudian hari kan? Hahaha. Benarkan demikian?

Letak telaga Menjer memang tidak jauh dari destinasi Alam Seroja. Tepatnya ada di bawah. Namun memandangnya dari atas membuatku takjub. Aduh, nikmat Allah mana yang kau dustakan? Tak ada hentinya aku mengucap syukur atas nikmat yang diberikan ini. Rasanya ingin nangis terharu, jika berada di tempat seperti ini. (nangis lantaran kedinginan juga).

Kamu yang suka selfie juga bisa foto ala-ala

Kalau aku sih, nggak berani foto ditempat seperti itu. Takut ketinggian. Haha. Apalagi berdiri di atas dan tanpa pengaman. Mataku ini lho bisa nggak kontrol untuk selalu lihat bawah. Nah kalau udah gitu, pasti pusing, kalau udah pusing kan gawat kalau sampai jatuh. Jadi, milih nggak aja deh.

Beberapa gazebo dan spot foto ala-ala bisa jadi latar belakang kamu saat foto.

Tapi kamu kalau mau foto di sana boleh banget kok. Setiap spotnya akan dikenakan biaya perawatan sebesar Rp. 3000 rupiah. Nggak mahal kan? Berfotolah di sana, dengan latar belakang yang super duper keren. Selain itu kamu juga bisa menikmati tempe kemul yang enak setelah capek foto-foto. Cocok banget kan, cuaca dingin, makan tempe kemul yang anget-anget, coba deh bayangin! Ohya, jangan takut jajan di sana, semua harganya normal, karena dikontrol oleh pengelola setempat.

Jam operasional

Sebenarnya, untuk masuk ke destinasi alam Seroja ini harus membayar sebesar 5.000 rupiah. Dengan jam operasional jam 07.00 – 17.00. Murah kan? Untuk kendaraan kalian, bisa diparkir di depan pintu masuk Alam Seroja. Susuri jalanan tersebut dengan jalan kaki.

Nah, untuk sampai di Alam Seorja, aku share mapsnya saja ya! Takut salah kalau ngejelasin.

Share This:

19 thoughts on “Keindahan Alam Seroja yang Tak Bisa Dilewatkan”

  1. Wonosobo memang menyimpan banyak potensi wisata untuk diteroka, salah satunya ya bukit Seroja ini. Hampir setiap tahun saya ke Wonosobo, Dieng lebih tepatnya. Tempat ini sudah menjadi “rumah kedua” untuk sekedar berkontemplasi.

    Bukit Seroja sudah masuk dalam bucket list saya di perjalanan selanjutnya.

    Terima kasih sharingnya.

  2. Waah seru bisa trekking di bukit seroja. Kalau trekking kayak gini emang paling nyaman pakai sepatu. Yaa minimal sandal gunung :d

  3. ahelah..bersama seseorangnya pake dicoret..

    Asik ya kayanya maen ke tempat yang ijo-ijo seger gini, adem pula. Sambil menikmati minuman hangat, waktu jadi berjalan lambat…

  4. Jadi kangen ke tempat kaya gini. Yang udaranya adem, di mata pun pemandangannya seger. Andai beneran waktu itu bisa sambil ngeteh, pasti makin komplit tuh rasanya berkunjung ke Seroja

  5. Nggak kebayang klo aku di sana.. gmn dinginnya tempat itu x.x
    Bagus sih pemandangannya, tp dinginnya itu pasti butuh beberapa jaket atau penghangat badan. Ampun..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *