Diare Saat Traveling Itu Menyiksa! Kamu Harus Atasi Hal Itu

Mengatahui cara atasi diare dengan tepat dan benar saat traveling itu perlu! Bayangkan saja, saat kita traveling namu tiba-tiba perut mules dan diare. Aduh! Apa yang akan kamu lakukan? Ingat tempat wisata yang kamu kunjungi tidak semuanya memiliki fasilitas MCK yang bersih. Bayangkan juga jika saat kamu traveling sedang melakukan kegiatan outdoor.

Diare adalah penyakit yang sangat mengganggu sekali! Apalagi saat kita berpergian. Datangnya pun kadang tiba-tiba tanpa permisi. Masih untung saat mules kita masih berada di rumah. Nah, kalau sudah di jalan? Kalau kita perginya menggunakan kendaraan pribadi sih, masih bisa berhenti mencari WC. Kalau menggunakan kendaraan umum? Duh, bisa dibayagkan bakal rempong!

cerita absurd
meski kurang enak badan masih bisa narsis. Photo by pejalan ransel

Diare pernah mengganggu aktiviatas travelingku hingga membuatku tidak nyaman dan malu

Sudah kebayang bagaimana rempongnya terkena diare saat traveling dan itu pernah terjadi pada aku. Singkat cerita aku dan teman-teman sedang menikmati keindahan alam di Kebumen Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan aku tak berhenti kagum dan memuji keindahan alam itu.

Pagi itu, kami mau melakukan susur goa Barat yang katanya panjang dan memiliki air terjun di dalamnya. Menuju Goa Barat, kami diangkut menggunakan mobil pick up. Setelah sampai, kami diminta ganti baju dan memakai perlengkapan pelindung tubuh. Pelampung, pelindung siku dan lutut sampai sepatu sudah berhasil kami kenakan.

Sebelum masuk ke dalam Goa, kami diajak pemanasan dulu. Biar nggak terjadi masalah kali yaa di dalam. Kami dengan sangat kompak menggerakkan badan ke kanan dan ke kiri. Setelah semuanya mulai panas, instruktur mulai mengajak kami masuk.

Menyusuri goa Barat ini nggak segampang nyusuri goa pada umumnya. Goa Barat ini hampir 80 persen air dan sisanya darat. Jadi kebayang kita akan basah-basahan. Sementara itu kaki kami akan sering menginjak stalakmit yang tajam seperti karang. Debit air dalam goa pun berfariasi ada yang setinggi lutut dan sesekali kami akan menemukan debit air setinggi dada orang dewasa.

Kalau sudah begini tubuh kita akan terasa dingin kan? Terutama tubuhku aleman ini. Belum ada setengah perjalanan aku sudah mengalami tanda-tanda diare. Perut mendadak mules dan susah dikendalikan. Aduhhh bagaimana ini? Perasaan sebelum berangkat aku tidak sarapan yang berbau cabe. Semuanya tawar-tawar aja (nggak pedes) masa iya bisa kena diare?

Aduhh, bener banget! Nggak lama kejadian memalukan itu terjadi. Diare tak bisa dikondisikan. Posisi, aku masih berada dalam mulut goa. Astaga! Ini di dalam goa nggak ada WC apa? Perut makin melilit. Mau balik kanan pun nggak boleh sendirian kan? Bahaya, selain gelap kita bisa nyasar. Arusnya pun deres. Duh, mau nggak mau harus bilang sama instruktur nih.

Sepanjang jalan, cengar-cengir lantaran perut melilit dan nahan sesuatu yang pada akhirnya tak bisa tertahan juga. Aduh bapak, maap pak. Udah nggak tahan nih! (Maap juga ya kalian yang baca, jadi pengen gumoh kan?).

Setelah berhasil keluar goa, lagsung aku meluncur ke WC. Untung goa Barat tersedia MCK yang memadai dan bersih. Tapi setelah rampung berberes, aku pun merasa lemas. Gimana kagak? Semua isi perut terkuras abis.

Atasi diare dengan tepat dan benar sebelum diare menyiksaku selama perjalanan traveling

Diare ini sungguh menyiksaku dan aku harus atasi diare dengan tepat dan benar agar segera mampet. Rempong kan bentar-bentar harus ke WC. Mana lagi traveling kan yak.

Aku nggak mau dong perjalanan ke destinasi terganggu gara-gara diare sialan ini. Aku harus atasi diare ini dengan cara yang benar dan tepat biar aman dan nyaman selama perjalanan, ya kan? Aku pakai cara ini bu ibuk!

Mengubah menu makanan dan makan makanan yang mengandung probiotik

Aku makan makanan yang ringan buat dimakan seperti pisang, roti panggang, kentang tumbuk, biskuit asin dan nasi. Tapi berhubung lagi traveling menu yang gampang didapatkan adalah pisang dan nasi, yaudah deh makan pisang aja.

Selain itu, makanan yang mengandung probiotik juga disebut dapat menyehatkan sistem pencernaan sehingga membantu mengatasi diare. Bebeberapa makanan dengan kandungan probiotik adalah tempe, cokelat hitam, dan yogurt. Lagi-lagi yang gampang ditemukan adalah tempe, jadi aku makan makanan itu buat atasi diare. Dan ingat bu ibuk, kalau kita diare sebaiknya hindarilah makan makanan yang mengandung serat karena itu akan dapat memperparah keadaan. Hindari juga makanan yang terlalu manin yang dapat memicu diare sampai tiga hari kedepan.

Minum air putih yang banyak biar bisa mengembalikan cairan yang hilang

Saat diare, tubuh kita kehilangan banyak cairan, oleh karena itu aku memperbanyak minum air putih. Hal itu aku lakukan selama 24 jam pertama. Aturannya bila mengalami diare dalam jumlah banyak, tambahlah asupan air seketika.

Bagus lagi, kalau kita minum oralit, yaitu air mineral yang dicampur dengan garam dan gula. Hal ini cukup membantu untuk atasi diare dan bisa memulihkan energi kita kembali. Saat traveling rasanya gak sulit untuk mendapatkan garan dan gula. Kita bisa mintanya kepada pedagang nasi di warung. Nggak banyak juga kan, hanya sesendok atau dua sendok.

Minum obat diare

diare

Banyak sekali obat diare yang dijual bebas di apotek atau di mininarket. Kalau aku sih selalu membawa obat-obatan selama traveling. Salah satunya obat diare. Aku tak mau sembarangan memilih obat tapi secara pribadi aku lebih cocok dengan entrostop untuk mengatasi diare.

Obat diare yang kita temukan di toko-toko itu adalah sebagai penanganan pertama. Sebelum minum baiknya lihat aturan pakai dulu. Obat diare ini tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Jika masih belum mampet juga, ada baiknya segera ke dokter deh.

***

Aduh, pokoknya terserang diare saat traveling itu annoying banget deh. Amit-amit deh pokoknya. Intinya meskipun kamu lagi dolan, pengen coba makanan ini itu, baiknya tetap jaga kesehatan. Biar ngga ada diare yang mengganggu.

Share This:

4 thoughts on “Diare Saat Traveling Itu Menyiksa! Kamu Harus Atasi Hal Itu”

  1. Aku kalo mau traveling, 2 hari sebelumnya stop makan pedes. Bahkan di lokasi tujuan jg gak berani makan pedes. Takut diare. Walo bawa obat itu tetep buat jaga2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *