Kumpulan Cerita Perjalanan Selama Tahun 2017

Kalau ditanya, “Apa resolusimu di tahun 2018 nanti?” Dengan lantang aku akan menjawab “Nikah di tahun 2018”. Tapi sama siapa? Haha, diaminin aja deh, siapa tau yeekan? Nanti kalau menjawab resolusi 2018 ingin pergi ke Belanda disangkanya terlalu bermimpi dan terlalu muluk. Meskipun itu adalah sebuah keinginan yang patut diaminin juga.

Padahal ya, semua impian yang selalu dianggap muluk sama orang lain itu bisa menjadi motivasi diri sendiri lhoo. Kalau aku punya mimpi ingin dolan ke Belanda, berati aku harus kerja keras dong dua kali lebih giat atau dua kali lebih giat mencari sponsor yang mau membiayai aku pergi ke sana. Haha, semoga para pemilik brand membacanya #ngarep.

Kumpulan cerita perjalanan selama 2017

Sebenarnya males banget ya, mengingat-ingat segala kejadian yang sudah pernah terjadi. Apalagi di tahun 2017. Kalau dihitung antara happy dan sad kira-kira 20% banding 80%. Lah trus kenapa diinget-inget dan malah bikin kumpulan cerita perjalanan selama 2017? Mau pamer? Bukan juga, nggak ada faedahnya juga pamer, yang ada malah kalian ketawain karena langkahku tak sepanjang langkah kalian yang mungkin sudah berjelajah keliling dunia bahkan keliling planet. Aku hanya ingin intropeksi diri aja, siapa tahu di tahun mendatang bisa diberikan kesempatan lagi buat jalan-jalan. Haha #tetep.

Januari di Lasem; Menengok peninggalan masa lalu itu seru lho.

Hah, ternyata aku lupa nggak foto di sini.

Mendengarkan cerita-cerita para sesepuh tentang masa lalu rasanya tak boleh terlewatkan. Lasem adalah salah satu destinasi yang seru untuk menengok masa lalu. Gimana tidak? Di sana kita bisa melihat sebuah warisan budaya yang masih terjaga dengan baik. Meskipun kedatanganku di Lasem bukan kali pertamanya, tapi aku nggak pernah bosan mendengarkan cerita tentang sejarah budaya Tiongkok di sana.

Februari di Purworejo dan Kebumen; Ngetrip saat papa di rawat itu rasanya nggak tenang

cerita absurd
Ini foto sebelum susur goa. Photo by pejalan ransel

Galau memang ketika dihadapkan pada sebuah pilihan! Memenuhi undangan famtrip tapi salah satu keluarga sedang sakit. Tapi yang namanya rejeki, pamali buat ditolak. Karena ini merupakan rejeki ya sikat aja. Jadilah aku traveling ke Purworejo dan Kebumen menikmati keindahan alam dan berbaur dengan masyarakat setempat di desa wisata. Seru banget, tapi apa daya pikiran tak bisa tenang dan tak bisa menikmati.

Maret di Lampung; Ketemu April dan Rahmi di Way Kambas

Foto sebelum bertemu dengan gajah Sumatra

Pergi ke Way Kambas bersama teman-teman traveler dan blogger hits Jakarta merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi pas datang ke Way Kambas, kami bertemu dengan Rahmi dan April, gajah Sumatra yang pintar dan lucu. Si Rahmi sang ibu gajah pintar sekali mengambil perhatian kami, sementara si April selalu mencari perhatian kami.

Juli di Bangka Selatan; Tanah Habang selalu berkesan buatku

Salah satu teman keren, om Don Hasman | pict by Zaky sebelum kamera doi tak bernyawa #ups

Meskipun datang ke Bangka Selatan bukan kali pertamanya. Tapi, aku tak pernah bosan untuk datang dan mungkin 2018 aku akan agendakan datang ke sana lagi. Laut yang indah selalu menarik perahtianku. Apalagi kedatanganku saat itu cuaca lagi cerah-cerahnya. Paling semangat dong buat jepret-jepret. Ketemu teman-teman keren di sana, duhh rasanya nggak mau pulang ke Jawa. Hahaha.

Oktober di Melaka; Solo traveling ke Melaka yang seru!

Karena nggak ada yang motoin selfie sendiri ah di depan benteng Famosa

Pertualanganku dimulai karena sebuah kesalahan memesan tiket pesawat. Jalan sendirian, bawa bekal pas-pasan dan skil berbahasa asing pas-pasan. Udah deh modal yakin aja. Insya Allah perjalanan lancar. Eh, beneran, semua bentuk kekhawatiranku memang tidak terjadi. Yang ada di sana Happy Ending dan penuh kesana.

Desember di Brebes; Jalan-jalan bareng blogger ke Desa Wisata Brebes

pose dulu di hutan Mangrove

Wah, ini mah pengalaman baru. Pengalaman jalan bareng blogger ke Brebes. Seru-seruan bareng di Destinasi Mnagrove, nyebrang laut ke Pulau Cemara. Rasanya lama nggak norak-norakan begini. Padahal Brebes aku tahunya cuma telor asin doang, ternyata destinasi wisatanya bikin betah dan males buat balik ke rumah. Haha

***

Di tahun 2017, memang aku nggak banyak melakukan perjalanan. Tapi bisa dibilang perjalananku selama 2017 termasuk seru. Banyak pengalaman berharga yang aku petik dari perjalananku selama 2017 kemarin. Ya, sekarang saatnya bilang, “Goodbye 2017” dan “Welcome 2018”. Harapannya sih cuma satu! Semoga perjalananku semakin berfaedah!

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *