Tertegun Melihat Kemegahan Hutan Mangrove di Brebes

Hutan Mangrove Brebes adalah sebuah tempat yang mengajarkanku tentang bagaimana cara kita berprasangka kepada sesuatu. Apakah kamu pernah menaruh prasangka buruk terhadap suatu tempat atau keadaan? Ya, sekalinya pernah, akui saja!

Aku memang tak pernah menaruh prasangka buruk terhadap Hutan Mangrove Brebes. Hanya saja apa yang ada dalam pikiranku adalah “Alah…pasti tempatnya juga begitu-begitu saja. Seperti hutan mangrove pada umumnya.” Seperti itulah kira-kira. Aku nggak ngejek lhoo! Tapi aku berusaha jujur tentang apa yang ada di pikiranku.

Welcome to the Mangrove Jungle, guys!

Kamu bisa menikmati hamparan mangrove yang luasnya ratusan hektar (nggak perlu dibayangin)

Sebuah mobil grand max dengan kecepatan pelan telah membawaku ke halaman parkir hutan mangrove. Di sana aku melihat beberapa warung lesehan yang menyajikan menu seafood berjajar rapi dan nampak bersih. Spontan saja perutku terasa lapar saat itu tapi pak Auki justru nampak antusias menjelaskan tentang hutan Mangrove itu.

Pemandangan ini saya dapatkan setelah naik gardu pandang yang tingginya puluhan meter.

Pak Auki adalah tour guide kami yang akan mengajak kami keliling hutan Mangrove di desa wisata Mangrove Sari yang berada di Dukuh Pandansari, Kaliwlingi. Dengan khasnya yang kocak membuat aku lupa jika sedang lapar lantaran mencium aroma beberapa masakan dari warung-warung lesehan di sana.

Sebuah papan tersusun rapi menjadi jalanan yang akan kami lalui. Hentakan kaki para pengunjung lain pun ikut serta memberikan irama. Hutan mangrove yang akan kami susuri ini mempunyai luas sekitar 250 ha. Wahh, luas banget ya, bisa terbayangkan bagaimana capeknya jika harus berjalan menyusuri dari ujung ke ujung.

Menuyusuri sungai dengan kapal ala-ala susur sungai di sungai Mekong Vietnam

Kapalnya memang nggak sebesar kapal susur sungai di Vietnam tapi nggak kalah seru lho!

“Teman-teman mari kita naik kapal dulu, kita lanjutkan perjalanan” Ajak pak Auki kepada kami.

Baca juga : 7 Alasan Vietnam Menarik Untuk Dikunjungi

Terbesit dalam benak saya sebuah kenangan perjalanan absurd menyusuri sungai Mekong tahun lalu. Yap, kali ini bukan di Vietnam tapi di Brebes. Setelah semua penumpang kapal naik ke atas kapal, sang awak kapal pun mulai menyalakan mesin dan “bruuummm” mari kita menngarungi sungai. Ups, ternyata kami pun akan melewati lautan juga. Waaaaaaw, sontak aku tak bisa berkata-kata lagi selain mengabadikan moment yang sedang terjadi.

Seru lho naik kapal ini apalagi menerjang ombak dan angin.

Pikiran saya terhadap Brebes yang lekat dengan telor asinnya, kini berubah karena kekayaan alamnya dan keramahan penduduknya. Telor asin? Selalu jadi bagian dari kota ini.

Tak lama kami mengambang di lautan, kapal kami pun menepi di dermaga. Kaki kami kembali menginjak jalan yang terbuat dari papan. Brokk… Brokk… Panas matahari tak pernah segan menyengat kulit kami dasar traveler manja! Tapi, semangat kami tak pernah surut dan tak mau kalah.

Pemandangan saat naik kapal menuju dermaga 2

Sepanjang jalan aku mengedarkan pandangan dan melihat sederet pedagang seafood. Tertera juga menu berserta harganya. Busyet! Patokan harga setiap menu tidak mahal, standar lah jika berlokasi di tempat wisata. Kalau boleh jujur ya, kadang wisatawan bahkan aku sendiri merasa tidak nyaman ketika membeli sesuatu di area tempat wisata. Selain rasanya kadang tak karuan harga yang dipatok pun terbilang amat sangat mahal sekali.

Usut punya usut, pengelola wisata di desa ini selalu mengontrol setiap harga yang yang dipatok oleh para pedagang. Wahh, asik, jadi nggak ada pedagang yang curang dan pengunjung pun bisa nyaman jika ingin makan atau jajan di sana. Ya, sembari menikmati hutan mangrove yang rindang dan tiupan angin laut. Romantis lhoo jika kamu nikmati bersama pasangan. Yah, yang jomblo harap bersabar ya!

Spot fotogenik yang selalu membuat kamu ingin berfoto dan upload di sosial media

Nih, ada model yang foto-foto di hutan mangrove

Sebuah tempat wisata di jaman now rasanya tak pernah lepas dari sebuah spot instagramable. Dan, tempat ini pun punya, lho. Spot fotogenik yang dimiliki hutan Mangrove Sari ini memang sengaja dibuat oleh pengelola tapi kerennya tetap menjaga estetika alam (nggak lebay dan terkesan natural).

Instagramable kan?
Mungkin ini bisa juga dianggap prewed. hahaha

Rimbunan tumbuhan mangrove dengan jembatan kayu pun bisa menjadi spot fotogenik lho. Belum lagi jika kamu naik ke gardu pandang yang sudah disediakan. Kamu bakalan melihat kemegahan hutan mangrove ini. Kalian mau foto prewed di sana? Silahkan, tak ada uang pungutan apapun kecuali tiket normal yang harus kamu bayar untuk datang ke sana. Paling-paling kamu menjadi pusat perhatian pengunjung lain. Hahahaha.

***

Sekali lagi, angapanku tentang Mangrove di Brebes yang biasa-biasa saja dan seperti hutan pada umumnya ternyata salah. Kawasan ini mengajarkanku agar tidak terlalu gegabah dalam menilai sesuatu atau menilai seseorang. Ibarat kata, kamu harus liat dulu, kenali dulu baru deh berkomentar atau menilai.

Brebes benar-benar amazing dalam pengelolaan wisatanya. Bahkan penduduknya yang sadar wisata ikut mendukung kemajuan pariwisata di daerah mereka masing-masing. Kamu penasaran ingin ke sana?  Biar Kamu nggak nyasar aku akan kasih lokasi detailnya di akhir postingan ini.

Lokasi Wisata Taman Mangrove Pandansari Brebes

Share This:

6 thoughts on “Tertegun Melihat Kemegahan Hutan Mangrove di Brebes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *