Sepotong Senja di Kota Perak Yogyakarta, Sungguh Mempesona

“Masya Allah indah banget! Aku nggak boleh luput buat mengabadikannya.” Kataku sambil merogoh kamera hitamku di dalam tas.

Aku selalu tertarik dengan sebuah proses peralihan siang dan malam. Nggak pernah ada bosan dan puas untuk menikmati fenomena alam itu. Ya, meskipun sering baper juga sih. Haha, dasar jomblo. Tapi, bagiku menikmati sunrise maupun sunset itu menyenangkan. Paling nggak aku masih bisa bersyukur bisa menikmati kebesaranNya.

Siapa sangka bila sepotong senja itu aku temukan di salah satu sudut Kota Gede?

Nyenengin banget kan pemandangannya?

Senja itu datang bersamaan dengan meredanya keriuhan yang terjadi beberapa jam lalu. Sementara aku tak mau beranjak dari tempat yang aku nilai strategis untuk menikmatinya. Tempat ini cozy banget buatku. Cozy untuk menikmati senja tanpa harus ke pantai atau ke gunung.

Berwisata bagiku tidak hanya datang ke tempat wisata seperti gunung dan pantai. Membuat hati nyaman dan menikmati pemandangan sekitar bagiku adalah sama halnya berwisata. Nongkrong di Omah Dhuwur, misalnya. Gimana aku mau beranjak? Kalau aku bisa menikmati pemandangan seindah itu.

Sebuah balkon yang penuh dengan meja dan kursi itulah aku menikmati senja yang indah. Matahari sore itu nampak jelas dan bulat. Duh, nyenengin banget!

Rasanya susah berajak deh, kalau sudah disuguhi pemandangan epic seperti itu

Santai sambil menikmati hidangan lezat dan pemandangan indah

Awalnya aku tak menyadarinya kalau dari balkon belakang Omah Dhuwur bisa menikmati sunset. Tapi setelah tahu, justru susah buat beranjak pergi. “Haha, dibilangin nggak percaya sih?” Sebuah percakapan dalam batin pun terjadi. Sebelumnya, seorang mas-mas pramusaji sempat menyampaikan kalau aku bisa menikmati sunset di situ.

Taman belakang ini selain memanjakan mata bisa jadi spot foto instagramable.

Ya, aku kan orangnya ngeyelan, nggak mau percaya tanpa bukti! Hahaha. Kalau sudah betah begini salah siapa coba? Mas pramusaji, iki salahmu pokoke!!! Selain sunset aku pun bisa menikmati taman yang ijo royo-royo. Duh, salah datang ke mari, salah juga datang gak nggajak pasangan! (emang punya?).

Nah, kalau pantat sudah nempel, lidahku juga harus termanjakan dong!

Bikin perut lapar
Bikin lidah bergoyang-goyang

Tetep nggak mau rugi dong, sudah menikmati pemandagannya tentunya wajib juga menikmati hidangannya. Heeemmmph, jadi makin betah kan? Program dietku pun ikut gagal! Sop buntutnya itu lho bikin ngiler dan nagih. Tuh kan, nulisnya jadi ngiler beneran.

Bikin susah move on (sop buntut paling endes)

Uniknya lagi, di Omah Dhuwur ini punya minuman khas yang mungkin kamu nggak akan mengira kalau minuman ini bisa dinikmati. Nama minuman itu adalah es lombok. Tuh kan, kamu pasti nggak percaya. Masa iya lombok dijadikan es? Apa enaknya? Pedes dong? Bikin sakit perut pasti!

Ini yang bikin nagih, es lombok

Sebelum kalian berfikir aneh-aneh soal es lombok rasanya kamu harus mencobanya sendiri. So far aku sih nggak ngalami mencret atau sakit perut setelah meminumnya. Kalau aku rasa sih, malah gak ada rasa pedes sama sekali karena minuman itu sudah di-mix dengan rempah-rempah dan aman buat dikonsumsi.

Penasaran kan? Langsung aja datang ke sana, karena yang punya minuman cabe hanyalah Omah Dhuwur!

Berbicara tentang Kota Gede, nggak luput dari bangunan tua bersejarah

ini pemilik rumahnya Pak Tembong

Salah satunya ya, Omah Dhuwur ini. Siapa sangka kalau tempat nongkrong yang cozy ini  adalah bangunan tua. Konon bagunan utama restoran ini sudah berumur 150 tahun. Weeehhh…..tua banget ya! Rumah ini awalnya adalah milik pak Tembong, seorang saudagar yang kaya raya dan dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal.

Bangunan ini bisa dibilang antik karena memiliki tembok yang tebal dan hiasan kaca art deco yang cantik. Rumah itu disebut rumah Kalang. Menurut cerita rumah Kalang adalah rumah yang dibangun oleh orang Kalang (Bekas pasukan Sultan Agung yang kalah saat menyerang Bali).

Rumah yang berada di pintu gerbang Kota Gede ini kian memikat pengunjung dari luar kota Jogja. Selain nyaman untuk tempat nongkrong, dan berkuliner rumah ini mempunyai nilai sejarah.

***

Nah, jika kalian ingin menikmati senja dengan cara yang berbeda atau ingin menikmati senja sambil menyantap hidangan bersama pasangan. Kamu bisa langsung datang ke Omah Dhuwur di  Jl. Mondorakan No.252, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Biar nggak nyasar kamu bisa pakai peta ini sebagai petunjuk jalan!

 
 

 

 

Share This:

19 thoughts on “Sepotong Senja di Kota Perak Yogyakarta, Sungguh Mempesona

  1. ini lokasinya menarik, makananya endes2 eim, aku udah 3 kali makan disini dan nagih beneran. apa lagi minuman yg uniq2nya

  2. Wah seru banget ya mbak. Aku juga suka tempat yang nuansanya Atik dan kuno gitu. Bersama di lagi di periode zaman apa gitu ya..hehehe. makasih ya infonya. Ntar kalau pas mbolang Jogja bolehlah kita explore.

  3. Tempat makan yang instagramable pasti selalu menarik untuk didatangi ya Mi… Harganya gimana masih terjangkau kah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *