5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Jasa Broker Properti

Minat masyarakat dalam menginvestasikan penghasilannya masih didominasi dengan investasi logam mulia dan properti. Tingginya harga jual logam mulia dan properti setiap tahunnya menjadikannya primadona untuk berinvestasi. Dalam berinvestasi, masyarakat harus pandai dan cermat dalam membeli dan menjual barangnya. Pengetahuan tentang waktu pembelian, kapan penjualan hingga dengan siapa menjual harus difahami betul agar tidak salah dalam dan dapat menimbulkan kerugian. Untuk bisnis properti Indonesia selain pemilik dapat menjual sendiri propertinya, penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan jasa perantara atau broker. Broker dapat dilakukan secara perseorangan maupun perusahaan.

broker

Berikut adalah beberapa hal yang diperhatikan dalam menggunakan jasa broker properti:

  1. Menggunakan jasa broker yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat

Broker yang menawarkan jasa untuk menjualkan atau mencarikan properti banyak tersebar karena broker tidak menggunakan modal besar untuk memulai. Broker yang baik adalah broker yang telah memiliki badan usaha dan sertifikat, terutama bagi kalian yang memiliki properti dengan nominal yang tinggi.

  1. Membuat kontrak dengan pasal yang jelas di awal perjanjian

Pelaku bisnis properti Indonesia harus memperjelas kontrak di awal perjanjian dengan broker. Sesuai Permendag No. 33 Tahun 2008, broker memiliki tugas untuk membuat kontrak perjanjian antara penjual dan pembeli, sehingga nilai dari harga properti dan waktu sesuai dengan kesepakatan antara pengguna jasa dengan broker.

Jika ada perubahan semisal penurunan harga agar properti lebih cepat laku tidak dapat dilakukan karena harus ada pelaporan dahulu ke perantara, atau properti tidak segera terjual dan pengguna jasa ingin mengganti broker, akan kesulitan jika dalam kontrak tidak tertera jangka waktu penggunaan jasa. Maka pelaku bisnis sebaiknya membuat kontrak yang jelas dan rinci di awal perjanjian.

  1. Komisi broker minimal 2% dari harga properti

Pengguna jasa broker properti harus mengetahui bahwa nilai komisi dari jasa broker minimal 2% sesuai peraturan, di lapangan broker membuat prosentase untuk properti berskala kecil dibawah 1 milyar sebesar 3% dan makin besar nilai properti prosentase maksimal 2%. Jadi jika ada broker yang meminta hingga 10% sebaiknya tidak menggunakan jasa broker tersebut.

  1. Pemilik harus memegang surat-surat kepemilikan properti

Surat asli kepemilikan properti harus tetap dipegang oleh pemilik jangan sampai dipindah tangankan karena ditakutkan dapat diselewengkan oleh broker.

  1. Gunakan broker yang telah memiliki jejak rekam yang baik

Pengguna jasa sebaiknya melihat dahulu jejak rekam dari broker yang akan dipilih. Banyaknya klien yang telah menggunakan jasa broker tersebut, berapa lama sebuah properti terjual hingga bagaimana cara broker tersebut memasarkan baik secara media online maupun elektronik dapat menjadi acuan dalam pemilihan broker.

key

Kelima hal diatas harus diperhatikan oleh pelaku bisnis properti Indonesia agar tidak salah dalam memilih broker, sehingga aset yang dimiliki tidak dapat diselewengkan. Kejelasan status perusahaan broker yang digunakan juga dapat membantu pengguna jasa untuk mengklaim jika ada permasalahan ketika kontrak perjanjian berlangsung.

Share This:

Tinggalkan Comment di Sini ya...! Tapi Jangan Tinggalin Link Hidup!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *