Ciam Si, Pertanda Sebuah Peruntungan

“Ciam Si merupakan sebuah ramalan nasib Tionghoa yang berdasarkan dari 100 kertas syair.”

 

Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengenal dan tahu apa itu Ciam Si. Tahu sebelum baca tulisan saya diatas lho! Banyak hal yang tak terduga ketika saya melakukan sebuah perjalanan atau ke suatu tempat. Langkah kaki saya kali ini membawa saya melangkah ke Lasem. Sebuah kawasan di sebelah timur kabupaten Rembang yang terkenal dengan sebutan Tiongkok Kecil.

ciam si
pintu gerbang klenteng Po An Bio

Sebutan itu tak semena-mena tercetus tanpa ada sebab musabab. Sebutan Tiongkok kecil karena dulunya Lasem dijadikan sebuah tempat berlabuhnya kapal-kapal imigran dari Tiongkok yang ingin melakukan perniagaan. Jadi, tak heran bila sebagian kawasan di Lasem dihuni oleh orang Tionghoa yang merupakan keturunannya. Entahlah sudah generasi ke berapa?

Perjalanan saya menyusuri Lasem bukanlah kali pertama. Tapi, kali ini saya mendapatkan sebuah pengalaman yang tak terduga. Apakah itu? Nah, sebelumnya buat kalian yang sudah melihat postingan video di Instagram @jejakjelata dan bertanya-tanya saya sedang apakah saya dalam video tersebut? Kali ini saya akan jelaskan.

***

Saya adalah manusia yang selalu kagum dengan bangunan tua dan tempat-tempat unik seperti klenteng. Kadang terlihat norak ketika saya masuk ke dalam kelenteng sambil mendongak dan menghitung lampion yang tergantung di atap kelenteng.

Jika kalian tahu, klenteng di Lasem merupakan kelenteng yang unik dan memiliki beragam kisah didalamnya. Po An Bio Adalah salah satu kelenteng yang ada di Lasem. Kelenteng tersebut berada di desa Karang Turi, Lasem. Struktur bangunannya hampir sama dengan bangunan kelenteng Cu An Kiong yang ada di Dasun, Lasem. Kelenteng ini sama-sama memiliki Mural dinding yang dilukis dari tinta hitam.

ciam si
detail bangunan kelenteng dengan mural

Kelenteng Po An Bio terlihat sangat sepi ketika saya berkunjung ke sana. Hanya ada saya dan teman saya yang saat itu menemani perjalanan saya. Turut juga pak Santoso salah satu pengrajin batik Lasem. Beberapa topik percakapan memecahkan suasana diantara ruang bangunan tua itu. Kami membahas tentang beberapa isu yang beredar baru-baru ini di sosial media hingga masalah perjodohan dan masa depan. #ehh apa hubungannya?

ciam si
Bagian dalam klenteng Po An Bio

Hingga pada akhirnya muncullah seorang penjaga kelenteng yang sudah berumur, menyapa kami dengan senyuman tipisnya. Sebuah kacamata baca nampak menggantung di wajahnya yang sudah berkeriput.

“Kamu pernah diramal?” Tanya pak Santoso kepada saya tiba-tiba. “Pengen tau ndak? siapa Jodohnya? dan karirmu bagaimana?” Lanjut beliau.

Sementara saya hanya meringis menunjukkan gigi saya yang tidak rata kepada beliau sebagai tanda bahwa saya tidak pernah diramal dan takut diramal. Sejujurnya saya memang takut untuk diramal, pasalnya saya selalu merasa parno ketika hasil ramalan saya jelek dan nantinya akan mempengaruhi sugesti saya.

Tapi entah kenapa, siang itu, dimana matahari bersinar sangat terik di luar sana, saya merasa mengiyakan tawaran pak Santoso untuk diramal. Pak Santoso pun bergegas meminta tolong penjaga kelenteng untuk meramal saya dengan ramalan Ciam Si.

Percaya nggak percaya sih? Tapi apa salahnya kalau kita coba? Hehe.

Tak menunggu lama, sang penjaga kelenteng pun segera mangambil posisi untuk berdoa di depan altar yang sebelumnya beliau membakar hio terlebih dahulu. Entah apa yang sedang beliau lakukan, saya pun tak mengerti. Hingga pada akhirnya beliau (yang berdoa) menggoyang-goyangkan kaleng berisi ย batang bambu kecil dan pipih.

Hap, bambu nan pipih tersebut terjatuh di Lantai dan dicarinya sebuah arti tulisan yang ada tertera dalam bambu tersebut. Dag dig dug jantungku berdegub kencang. Haha, lebay, iya saya emang suka lebay kalau begini. Haha

Jujur aja sih, seumur-umur saya tak pernah yang namanya diramal apapun bentuknya. Alasannya saya tak pernah berani untuk hal itu. Tapi entah kenapa kemarin, saya memberanikan diri untuk dilakukan Ciam Si. Ciam Si tersebut adalah sebuah ramalan Tionghoa yang menggunakan kocokan bambu dan berdasar 100 kertas syair. Biasanya ramalan Ciam Si ini dapat kita temui di sebuah klenteng.

Bagi masyarakat Tionghoa, Ciam Si ini dipercaya dapat menuntun mereka ke arah sebuah keberuntungan dan kebahagiaan. Biasanya mereka gunakan untuk memulai atau mengembangkan suatu bisnis mereka bila mendapatkan sebuah peruntungan. Tapi bila mendapatkan sebuah peruntungan yang dinilai menurun, maka mereka akan bersikap hati-hati dalam bertindak.

Lalu Bagaimana Dengan Ciam si Saya?

ciam si
saya dan kertas ciam si

Mau tau aja, atau mau tau banget? Setelah menunggu beberapa saat saya pun mendapatkan hasil dari Ciam Si saya dari sebuah kertas syair. Haha. Kali ini saya mendapatkan sebuah peruntungan dalam karir. Ya semoga saja karir saya di 2017 makin gemilang. Hahaha. Amiin!

Oh iya, Ciam Si ini merupakan sebuah tradisi, biasanya ramai ketika menjelang imlek. Siapapun boleh melakukan Ciam Si, termasuk wisatawan seperti saya. Hehe.

Share This:

38 thoughts on “Ciam Si, Pertanda Sebuah Peruntungan

  1. Dulu waktu ketemu suami aku uda feeling beda mba. Mgkn nnti saatnya kl ketemu jodoh dkasi pertanda sm Tuhan. Gud luck karier makin jaya

  2. kayanya emang sering ada ramalan2 gitu ya tiap d klenteng. sam poo kong kayanya juga ada. ga tau sekarang. aku belum pernah ke lasem e. menarik sekali di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *