Si Kecil Yang Legit Manis!

Kalau jalan ke Magelang, jangan lupa oleh-olehnya Getuk Marem! Mendengar kata getuk, saya jadi ingin bernyannyi. “Getuk, asale soko telo, yen ra petuk neng ati rodo gelo.” Begitulah cuplikan dari sebuah tembang Jawa yang dipopulerkan oleh Nurafni Octavia. Ngomongin soal getuk, sebagian dari kalian pasti sudah tahu dan familiar akan jajanan tradisional ini. Apalagi jika kalian asli orang Jawa dan tinggal di pulau Jawa.

getuk marem

Biasanya, jajanan ini sering kita jumpai di pasar tradisional. Hingga pada saat ini, jajanan getuk tersebut masih populer dikalangan masyarakat. Selain harganya yang tebilang murah, jajanan yang berbahan dasar singkong ini dinilai rendah kolesterol.

Beberapa hari lalu, ketika saya melangkahkan kaki ke Kota Magelang, saya mendapatkan kesempatan untuk mengintip proses pembuatan getuk marem. Jajanan ini sangat populer sekali di kota Magelang. Biasannya getuk tersebut dijadikan buah tangan untuk keluarga dirumah. Bentar deh, katanya getuk ada topingnya parutan kelapa, kok dijadikan oleh-oleh?

Cita Rasa Getuk Yang Berbeda!

Ya, getuk yang biasa dijumpai di pasar memang menggunakan topping berupa parutan kelapa. Tapi, getuk yang satu ini beda! Proses pembuatannya mungkin hampir sama. Sama-sama berbahan dasar singkong yang dihaluskan. Namun, untuk getuk marem ini, kita tak perlu menggunakan parutan kelapa.

Getuk ini bisa tahan kurang lebih tiga sampai lima hari. Jadi aman ketika kita bawa pulang sebagai buah tangan. Hehe.

getuk marem

Getuk marem ini, memiliki tekstur adonan yang sangat lembut, karena mengalami 8 kali proses penggilingan. Mulai dari adonan tumbuk yang kasar hingga adonan yang benar-benar lembut. Setelah adonan kalis, maka adonan yang beraneka warna tersebut disatukan dan dipotong kecil-kecil. Setiap potongan tersebut, kalian akan merasakan gigitan getuk yang lembut, legit dan terasa wangi. Hampir seperti dodol hanya saja adonan tidak lengket dan melar.

Baca Juga : Ritual Ruwat Bumi Di Gunung Tidar

Takjub Mellihat Proses Pembuatan Getuk Marem

Sekilas saya merasa takjub ketika melihat tangan-tangan para ahli yang cekatan dalam pembuatan getuk marem tersebut. Berasa kayak robot, membungkus potongan-potongan getuk yang siap dikemas dalam wadah kardus dan dipasarkan. Satu kardus berisi sekitar 15 potong getuk yang dibungkus dalam plastik transparan berlebel “Getuk Marem”.

getuk marem

getuk marem

Wah, melihatnya perut saya terasa lapar dan rasanya tak sabar untuk mencicipi potongan getuk-getuk tersebut. Hihihi. Oiya, satu kadus getuk ini dipatok dengan harga berkisar Rp. 20.000. Nggak mahal untuk ukuran backpaker seperti saya. Hehe.

Jika kalian penasaran, bisa langsung datang ke tempat produksi getuk marem tersebut di Jalan Bringin II, Tidar, Magelang. Tak jauh dari Alun-alun kota Magelang. Masih bingung? Nih, saya kasih petanya biar nggak nyasar.

 

 

Share This:

28 thoughts on “Si Kecil Yang Legit Manis!

  1. Aku penggemar getuk singkong…Owalah..jadi ternyata nggilingnya yang sampe berkali-kali toh…makanya jadi halus bgt dan kalis. Yg bikin khas tuh menurutku itu getuknya kayak ada bau2 apa gitu..entahlah apa namanya. Jadi pas dimakan ada sensasi dr baunya itu.

  2. Mama ku sering ke Magelang ga pernah dibawain ini. Next aku minta bawain ini kalau begitu. Warnanya koq sweet banget. Bagus juga dikasih buat pacar wkwkwkw

  3. getuk yang pas disajikan pas kita dateng itu ternyata baru jadi, masih empuk kayak yupi. Harusnya nunggu agak keras, tapi ya apa daya, sudah lapar, ada gratisan ya….sikat saja…ahhaa

    maaf, selain karyawan dilarang masuk….akwakkaw

    1. ampun kak, suaraku jelek nt yg denger pada sakit kuping. hahahah

      salah siapa ga bungkus? padahal udah disiapin bnyak bungkusan tinggal bawa wkwkwk

  4. sebenarnya gak terlalu doyan dengan makanan dengan warna cerah, khususnya pink dan kuning. tapi begitu ngerasain getuk khas magelang ini jd pengen dan pengen lagi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *