Traveling

Tumbang Saat Traveling? Nggak Mau, Deh!

Badan sehat adalah idaman setiap insan! Benarkah begitu? Tentunya kalian tidak senang jika kegiatan kalian terganggu oleh kesehatan yang kurang fit. Begitu pula dengan saya. Bagaimana perasaan kalian jika liburan kalian terganggu lantaran kesehatan yang kurang fit? Menyedihkan, bukan? Ini terjadi ketika saya sedang liburan ke Baduy beberapa hari yang lalu. Hati riang gembira menyambut cuti yang sudah ada di depan mata. Segala macem kebutuhan traveling sudah berada di tangan, ibarat kata tinggal berangkat gendong ransel doang!

Seperti biasa, sebelum cuti mulai, semua tugas kantor mesti buru-buru diselesaikan. Lembur, pulang malam sampai ujan-ujan pun saya lakukan. Semua itu demi terciptanya liburan yang tanpa beban. Nggak enak juga kan lagi asik-asiknya cuti dapat telpon dari kantor untuk mengerjakan ini dan itu. Percaya deh itu semua pasti sangat menyebalkan. Karena aktivitas yang terus menerus akhirnya badan ini mulai lemah. Berangkat ke kantor udah ogah-ogahan, jalan keluar kamar udah berat, duh…bagaimana ini liburan saya?

Tak ada kata menyerah sebelum mendapatkan apa yang saya inginkan. Traveling yang ada di depan mata adalah sebuah motivasi saya untuk kembali fit dan sehat. Theragran-M multivitamin pun saya minum setiap hari, bair badan kembali fit. Karena theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Minimal saya bisa gendong ransel dan pergi jalan-ja

lan.

theragran-M

***

Hari keberangkatan pun tiba. Liburan tlah tiba…hore…horeee…horeeee…..! Begitu kata Tasya. Saya pun semangat untuk pergi ke Baduy. Teman-teman di Banten sudah menunggu kedatangan saya. Sementara saya berangkat dari Semarang berdua dengan Vania yang katanya si anak gunung. Saya berangkat dengan kondisi meler. Hidung keluar ingus, tenggorokan mulai meradang, dan intensitas bersin sudah semakin tinggi ditambah badan agak sedikit meriang.

Suhu dingin dalam kereta menembus sela-sela jaket. Naasnya saya hanya membawa satu jaket sambil berniat untuk melakukan ritual tidur selama perjalanan berlangsung. Berharap, ketika bangun sudah berada di Banten (mustahil).

Singkat cerita saya tiba di Banten dengan kondisi yang terbilang sangat dipaksakan. Mati segan hidup pun ogah! Tapi, karena ada rasa senang akan liburan, maka saya harus kuat! Yah, saya setrong! Pendekar mah gak boleh tumbang. Hahaha.

***

Pertama kali liburan ke Baduy. Tapi sebelumnya saya pernah mendengar bahwa untuk mencapai perkampungan Baduy kita harus jalan kaki. Dalam hati “Jalan kaki mah kecil! udah biasa city tour.” (Sombong!). Begitu pula kata bang Rifal, kalau jalan di baduy itu asik dan nggak jauh kok. Oke, sekarang kita bold kata “Nggak Jauh Kok” Itu artinya memang nggak seekstream apa yang dikatakan teman-teman di Semarang. Intinya saya mau pamer kalau saya bisa mencapai kampung Baduy dengan kondisi tubuh yang mungkin sedikit tidak fit (sombong lagi).

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari Banten menuju Ciboleger, saatnya kami memulai perjalanan. Yeeeee…..let’s go….! Langkah demi langkah saya lalui. Awalnya memang menyenangkan. Sambil nyanyi-nyanyi gitu sepanjang perjalanan hingga pada akhirnya. Busyet….! Ini trek apaan? Liatnya udah mau pingsan. setelah bertemu turunan pasti bertemu tanjakan. Dengan beban di punggung kira-kira 7 Kg. Nafas saya sudah terasa ingin putus. Setelah lima langkah berhenti, ingus pun ikut meler, keringat bercucuran, tenggorokan terasa kering. Disitu saya mulai berfikir bahwa sehat itu anugrah. Perjalanan hari pertama masih bisa dikondisikan. Saya masih kuat untuk berjalan sampai petang menuju perkampungan Gajeboh suku Baduy luar. Kami pun memutuskan untuk bermalam di sana.

Tracking Panjang yang katanya hanya SATU KILOMETER

Tracking Panjang yang katanya hanya SATU KILOMETER

Rencana selanjutnya dimulai pada esok harinya utuk menuju Baduy dalam. Harapan saya sihh penyakit yang saya derita udah ilang ya. Tapi faktanya malah bersarang di tenggorokan yang udah mulai radang dan suara mulai ilang entah kemana. Rute perjalanan di Baduy tak lepas dari kata trekking. Semua jalan kaki dengan medan naik turun. Saya hanya bisa berharap untuk dapat melalui medan-medan tersebut meskipun badan kurang fit. Tapi apa yang terjadi? Pada tanjakan pertama saya merasa tenggorokan saya kering, jantung berdebar kencang, mata berkunang-kunang dan saya teriak “Bang…! Berhenti dulu saya mau pingsan.” (Mau pingsan teriak dulu, biar ditolongin gitu maksudnya).

Wajah ku tertangkap kamera saat hampir pingsan tapi tetap nyengir saat di foto

Wajah ku tertangkap kamera saat hampir pingsan tapi tetap nyengir saat di foto

Untung saja bang Rifal membawa air putih hangat, jadi setelah meminumnya kondisi badan sudah terasa mendingan. Alhamdulillah dengan istirahat sebentar saya sudah bisa melanjutkan perjalanan lagi sampai baduy dalam, yaitu sampai desa Cibeo. Untungnya selama di Baduy saya tak lupa membawa theragran-M. Meskipun kondisi saya sudah membaik saya tetap meminumnya karena Theragran-M adalah vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.

Theragran-M

Multivitamin itu penting selali bagi tubuh kita, apalagi bagi orang-orang yang tingkat aktivitasnya tinggi. Sekarang setiap saya pergi traveling saya tak pernah lupa membawa vitamin. Berbahagialah kita yang masih diberikan kesehatan. Karena kesehatan itu adalah anugrah terbesar yang diberikan Allah kepada kita. Jika kita sehat kita bisa mengerjakan segala sesuatu dengan lancar, tak ada lagi hambatan dan kit bisa melakukan apa saja yang kita mau. Mau traveling, mau jalan-jalan, mau foto-foto, mau makan pun terasa nikmat.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho

Share This:

5 Comments

  1. Relita Aprisa October 16, 2016
  2. Lestarie October 16, 2016
  3. Kinanti Widiari Lestari October 16, 2016
  4. Uniek Kaswarganti October 17, 2016
  5. Inayah October 18, 2016

Leave a Reply