Si Kecil Merah Yang Lezat

Setiap perjalanan trip, entah kemana tujuannya pasti tak lupa dengan yang namanya urusan perut. Meskipun dari rumah sudah berjanji dengan diri sendiri untuk tidak kalap soal makan, tetap saja pengen coba ini itu kalau sudah sampai tujuan. Haha, dasar rakus! Tapi sayang juga lho, kalau terlewarkan.

Seperti perjalanan saya pekan lalu di Bangka Selatan. Maksud hati sudah ingin stop untuk tidak melahap setiap hidangan yang ada. Tapi faktanya, bulshit! Setiap diajak teman untuk pergi “Kulineran”. Kaki rasanya tak bisa direm.

Taken by om Henri Berri
Marisa nampak tak tahan ingin melahap dua mangkuk bubur kacang merah Taken by om Henri Berri

Sore itu, ketika suasana sedang redup, saya diajak oleh beberapa teman saya untuk pergi “Kulineran”. Wah, pas banget nih! Mata baru melek, badan capek dan otak pun sudah radak njeglek. Saatnya butuh asupan nutrisi. Sebelumnya om Berri salah satu dari kami sudah mengajak saya sejak siang. Beliau dan teman-teman yang lain akan pergi “Kulineran” bubur kacang merah. Katanya sih bubur kacang merah itu makanan khas Bangka, dan mereka sudah memesan 20 porsi bubur untuk satu, dua, tiga….yah sekitar tujuh oranglah kurang lebihnya. Heheh, banyak ternyata. Katanya juga bubur yang dipesannya itu adalah bubur kacang merah terenak di Toboali. Haha, penasaran kan?

bubur kacang merah

Berjalan menikmati sore yang redup di atas terotoar sambil nyanyi-nyanyi dan melihat pemandangan jalan yang ramai oleh beberapa ABG yang berdandan menor. Sepertinya mereja abis mandi, lalu berboncengan keliling kecamatan. Yah, terkesan sedikit kece lah, dibanding saya yang belom mandi dan baru bangun tidur. Muka masih bau bantal, mata masih mengatup dan mulut masih nguap-nguap manja. Kami berbondong-bondong menuju warung si penjual bubur tersebut. Sesampainya disana saya melihat tulisan di papan “Setiap hari minggu libur”. Dan hari itu adalah hari minggu. Jadi warungnya beneran tutup. Tapi, tenang! Warungnya sudah dibooking sama om Berri, jadi amanlah. Kami tetap bisa menyantap bubur nan lezat itu.

bubur kacang merah
Lezat kan…..!

Lokasi penjual bubur kacang merah itu tak jauh dari tempat kami menginap. Cukup jalan kaki saja. Sesampainya di sana pun kami tak perlu menunggu lama. Kami duduk di bangku kayu panjang, sambil menunggu abang penjual bubur mengeluarkan bubur kacang merah pesanan kami. Karena sudah pesanan, bubur kacang merah pun sudah rapi terbungkus plastik untuk setiap porsinya. Tapi rasanya kurang puas kalau bubur-bubur itu kami makan di Hotel. Tanpa babibu. Kami mulai membuka bungkusnya, tuangkan ke mangkoknya, tambahkan batu es-nya, ambil sendoknya……Hap! Nyammmm! Rasanya pengen merem melek ketika menikmati sesendok bubur kacang merah itu. Manis, gurih santan dan kacangnya duhh, rasanya saya belum pernah nyobain bubur seenak ini.

Pembuatan bubur kacang merah ini bisa dibilang simple, tapi cukup memakan waktu yang lama. Jadi, kata si abang bubur. Kacang merah yang empuk itu direndam dulu semalaman. Barulah setelah itu di rebus, dikasih gula dan diberi santan kelapa. Cara penyajiannya pun beragam. Bisa disajikan saat panas atau dingin. Suka-suka kalian lah, mau pilih yang mana?

Jadi ketika kalian jalan-jalan ke Bangka Selatan, tak ada salahnya kalian cobain bubur merah khas Bangka itu. Dan, ketika kalian ngetrip tanpa cobain makanan khas daerahnya, maka trip kalian kurang afdol!

Bubur Kacang Merah Yiw-Yiw, Toboali-Bangka Selatan

Share This:

14 thoughts on “Si Kecil Merah Yang Lezat

  1. Es kacang merah sama bubur ini rasanya beda ya, kalau aku kacang merah di sayur, pakai bumbu ama kayu manis, dijadikan lauk pakai nasi ma ikan asin dan rengginang dan cabe rawit enak daun bawang gak ketinggalan khas garut

  2. Es kacang merah sama bubur ini rasanya beda ya, kalau aku kacang merah di sayur, pakai bumbu ama kayu manis, dijadikan lauk pakai nasi ma ikan asin dan rengginang dan cabe rawit enak daun bawang gak ketinggalan khas garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *