Senja Di Pantai Kuta Bali

,

Pantai KutaBali, mungkin bagi kalian pulau itu sudah sangat mainstream untuk di kunjungi. Jika ditanya bagaimana dengan Bali? Kalian pasti akan menjawab bahwa, di Bali bakal begitu-begitu saja. Tak apa, bagi saya se-mainstreamĀ apa destinasi tersebut yang penting adalah cerita yang terjadi saat berada disana. Bagaimana cara kita untuk menikmati suasana yang ada disana, apa yang kita temui disana.

Dari Harris Hotel, Kuta, saya mulai melangkahkan kaki yang sudah terasa lelah. Saya melirik jam tangan sudah menunjuk jam lima sore. Dalam hati, sayang kalau saya tidak menikmati senja di pantai kuta. Entah kenapa saya memilih jalan kaki. Padahal, sebelumnya saya mendapatkan tawaran dari petugas hotel untuk mengantar saya ke pantai Kuta.

Sepanjang perjalanan saya bertemu dengan sebuah keramaian, para turis yang berjalan pada trotoar, para pedagang yang tiada lelah menawarkan barang dagangan. Ternyata tak perlu waktu yang lama buat jalan kaki menuju pantai Kuta. Kurang lebih satu jam untuk jalan santai sambil menikmati suasana Kuta dan sembari olahraga sore.

Pantai Kuta

Senja di Pantai Kuta
Senja di Pantai Kuta

Pantai Kuta, merupakan salah satu pantai yang dipenuhi dengan pasir putih. Ratusan turis saling sibuk menikmati aktivitas mereka di sana. Berenang, berjemur, bersantai menikmati sore, bermain bahkan ada yang saling memadu kasih. Ah, mata saya terlalu liar mengamati suasana. Saya hanya berharap bisa mendapatkan keindahan senja di pantai Kuta. Sementara, saya duduk di atas dahan pohon yang sudah mati. Menikmati angin laut yang berhembus lirih, memandang lekat-lekat sinar oranye yang membaur di langit. Seakan ingin mengantarkan sang surya pulang ke peraduannya.

Senja yang indah di pantai Kuta. Tak heran jika para turis membanjiri pantai ini. Seakan mereka tak pernah bosan untuk berlama-lama duduk sambil memegang botol dan ngobrol bersama kolega mereka. Momen itu tak pernah disia-siakan oleh para pedagang lokal yang tak pernah menyerah menjajakan barang dagangan mereka.

Namun sayang seribu sayang. Pantai yang elok ini tak pernah nampak bersih oleh sampah. Entah siapa pemilik sampah-sampah ini? Kenapa mereka meninggalkannya sembarangan? Sampah makanan ringan, sampah rokok, bahkan sampah botol minuman. Apakah kurang media pengumpul sampah sehingga banyak sekali sampah yang berserakan di pasir yang putih ini.

Bukankah jika pantai yang ramai pengunjung ini akan lebih ramai dan lebih indah jika bebas dari sampah-sampah ini. Seolah masalah sampah ini tak pernah ada ujungnya di Negeri ini.

Share This:

Tinggalkan Comment di Sini ya...! Tapi Jangan Tinggalin Link Hidup!!!

5 Comments


  1. // Reply

    Jadi inget pas bulan madu hahhahaha sunset di kuta memang indah tapi paling sebel kl lg bnyak nyamuk


  2. // Reply

    Kuta selalu menawan, terakhir ke sini pas November kemarin. Belum sempat kutulis. wkwkw.

    Kalau ke Bali, mainlah ke rumah di Bali utara. tepatnya di Buleleng, dekat dengan lovina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *