Kumandang Adzan di Ho Chi Minh City

Dimana saya bisa melihat masjid? Apakah ada masjid di sini? Sebuah pertanyaan itu saya lontarkan dalam hati saya, ketika kaki saya mulai lelah mengitari kota jelmaan Prancis ini. Bangunan-bangunan kuno memang kerap memanjakan mata saya. Kesan Eropa melekat dalam insting saya saat menikmati suasana kota ini. Namun, tak satupun masjid yang terlihat dalam kornea mata saya.

Apakah begitu susahnya saya menemukan masjid di kota ini? Sambil nenekuk lulut dengan membungkukkan sedikit tubuh, saya merasakan lelah yang berkepanjangan. Sementara terik matahari tak mau lelah bersinar siang itu. Salah satunya adalah membayangkan segarnya air wudhu yang membasahi wajah.

Sepertinya sendi-sendi lutut saya juga sudah mulai protes untuk mengajak istirahat. Setelah saya berkunjung ke post office center. Saya segera melanjutkan perjananan. Melangkahkan kaki ini sambil mencari CK untuk membeli air mineral. Namun sebelum saya menemukan CK, sayup-sayup saya mendengar sebuah adzan yang berkumandang. Entah dari mana asalnya. Setelah menengok GPS pada ponsel, saya menemukan sebuah lokasi masjid yang tak jauh dari lokasi saya berdiri.

Dengan langkah yang agak sedikit cepat saya menuju arah suara tersebut yang kemudian hilang. Saya melihat CK tak jauh dari pandangan saya. Segera saya membuka pintu CK tersebut, karena sudah tidak tahan dengan rasa dahaga yang saya rasakan. Setelah membayar beberapa air mineral saya pun meminumnya bersama teman-teman saya di luar CK, dan kami baru sadar jika kami berada di depan sebuah masjid.

JAMIA AL MUSLIMIN (Dong Du Mosque) 

masjid di ho chi minh

Masjid tersebut adalah masjid tertua di Ho Chi Minh City. Masjid Jamia Al Muslimin ini dibangun pada tahun 1935. Masjid ini pada mulanya dibangun untuk jamaah India Selatan yang menetap di Saigon. Meskipun lokasinya yang berada di tengah kota Saigon dan berada diantara bangunan-bangunan tinggi di kota ini. Namun, masjid ini menjadi sebuah destinasi favorit untuk umat muslim dari penjuru dunia.

Lingkungan masjid yang rindang dan lantai yang dingin, terbuat dari bebatuan akan memberikan kesan yang nyaman dan adem. Cocok sekali untuk tempat berteduh dan menjalankan ibadah. Apalagi pada saat bulan puasa. Masjid ini menjadi masjid pusat di distrik 1 kota Saigon. Letak masjid ini di 66 Dong Du Street, Dist 1 Ho Chi Minh City tepat dibekalang hotel Seraton.

Perlu kalian tahu bahwa Saigon dan wilayah Vietnam Selatan lainnya, adalah bekas wilayah kerajaan islam Campa. Menurut sejarah, kerajaan Campa merupakan Negara Islam pertama di Asia Tenggara. Maka tak heran jika kita dapat dengan mudah menemukan restoran yang menjual makanan halal Vietnam di sekitar area masjid tersebut.

Buat kalian umat muslim, yang sedang berkunjung ke Saigon, tidak perlu kawatir untuk menemukan tempat ibadah yang nyaman. Karena kalian bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan saat beribadah.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *