Upacara Ngaben di Ubud Bali

Apa yang kalian temui ketika jalan ke Bali? Banyak bule, itu pasti! Jika saya mendapatkan sebuah pertanyaan tersebut, kali ini saya akan menjawab, “Saya menyaksikan upacara Ngaben”. Perjalanan saya kali ini terbilang sangat unik. Dari mulai cara perjalanan yang saya pilih, kejadian yang saya alami ketika dalam perjalanan, hingga sampai saya berada di Bali.upacara ngaben

Ketika saya sedang melakukan perjalanan menuju Ubud, tidak sengaja saya bertemu dengan kemacetan. Saya hanya menduga bahwa jika tidak ada upacara adat mugkin saja ada perbaikan jalan. Nanun, setelah saya maju beberapa meter kedepan, saya menemukan kerumunan orang-orang menggunakan pakaian adat. Karena penasaran, saya pun menepikan kendaraan dan mendekati kerumunan warga.

Ketika saya mendekat, dan saya bertaya kepada salah seorang warga yang berkerumun. Saya mendapatkan info bahwa akan ada pelaksanaan upacara Ngaben. Beruntungnya saya saat itu dapat menyaksikan upacara ngaben tersebut.

Hal yang paling unik dan mungkin belum pernah saya alami adalah, saya menyaksikan upacara Ngaben. Bak seorang jurnalis yang nenteng-nenteng kamera SLR, mondar-mandir, saya mengabadikan moment langka ini. Iya, moment langka bagi saya. Karena memang saya tidak pernah menyaksikan upacara adat seperti ini sebelumnya. Sedikit penjelasan tentang ngaben adalah :

Ngaben adalah….?

upacara ngaben

Ngaben adalah upacara yang ditujukan kepada para Leluhur. Secara etimologis ngaben berasal dari kata api. Upacara adat untuk mengkremasi jenazah. Menurut cerita yang saya dapat, Upacara Ngaben akan melibatkan dua api yaitu, api yang sebenarnya (api konkret) dan api yang berasal dari Puja Mantra Pendeta (api abstrak). Jika kalian tahu, bahwa dalam upacara ngaben ini terdapat lambang lembu yang berwana hitam. Konon itu merupakan sebuah kendaraan untuk sang jenazah untuk menuju surga.

upacara ngaben

Ada pula bentuk-bentuk upacara ngaben seperti Ngaben Sawa Wedana yang melibatkan jenazah yang masih utuh. Ngaben Asti Wedana adalah upacara yang melibatkan kerangka jenazah. Jadi, jenazah tersebut dikuburkan dahulu kemudian baru dilakukan upacara Ngaben. Swasta adalah upacara ngaben tanpa melibatkan jenazah. Kemungkinan, jenazah tersebut berada di luar negeri atau tidak ditemukan (dalam kasus kecelakaan pesawat misalnya). Ngelungah adalah upacara yang dikususkan untuk jenazah anak yang belum tanggal gigi. Kemudian upacara Warak Kruron yang dikususkan untuk bayi yang keguguran.

Nah, dalam upacara ngaben tersebut jenazah akan di bakar dan abu yang dihasilkan akan dihanyutkan ke sungai atau laut agar dapat melepaskan roh dari belenggu keduniawian dan mempersatukan dengan Tuhan.

Indonesia adalah negara yang punya beragam adat istiadat. Yang mana harus kita lestarikan dan kita jaga. Keunikan-keunikan ragam budaya yang kita miliki dapat mengundang wisatawan untuk datang ke Indonesia. Mereka selalu mengatakan bahwa Indonesia ini adalah negara yang indah dan mereka selalu enjoy datang ke Indonesia.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *