Stop!!! Jangan Bawa Tongsis Ke dalam Pesawat.

Beberapa hari yang lalu saya menyimak beberapa pembahasan atau lebih tepatnya sebuah keluh kesah dari beberapa teman di grup tentang ketidaknyamanan mereka terhadap  sebuah aturan tentang larangan membawa tongsis (monopod) kedalam cabin pesawat. Pembahasan itu bermula ketika salah satu teman saya menyaksikan monopod salah satu penumpang disita oleh petugas bandara.

UP

Berbagai keluhan akibat kekecewaan itu pun bermunculan dalam obrolan di grup. Bagaimana bisa? jika kita pengguna action camera kan harus pake monopod, kok dilarang?

Mungkin bisa saya pertegas, bukannya dilarang, boleh dibawa tapi harus masuk bagasi. Tapi kan…bla..bla..bla… Munculnya sebuah aturan pasti ada sebuah alasan yang mendasar. Jika kita amati trasnportasi udara adalah trasportasi yang paling aman. Coba bayangkan saja mau masuk kedalam pesawat kita harus melewati sebuah pemeriksaan, dan kita dilarang membawa barang-barang yang dianggap membayakan, seperti korek api, cutter, gunting, misalnya.

Lalu kenapa tripod dan monopod harus masuk bagasi? Kan itu perkakas fotografi dan tidak membahayakan? Ya, memang tidak membahayakan. Namun disaat kita dalam keadaan terjepit atau kepepet alat tersebut bisa digunakan sebagai senjata.

Akhir Oktober 2015 lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menelurkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN).

Dalam peraturan disebut, calon penumpang wajib melepas jam tangan, ikat pinggang, dan jaket saat melintas SCP (Security Check Point) bandara.

Bila ditemukan barang berbahan metal, berukuran panjang melebihi lima sentimeter, wajib masuk barang bagasi (Tribun Solo, 4 April 2016)

Yahh, begitulah mungkin kita sebagai para traveler harus bersikap smart dan dapat menyikapi segala macam aturan yang sudah ditentukan. Karana bagaimanapun juga sebelum memutuskan sebuah aturan pasti sudah dipertimbangkan dengan matang.

Share This:

10 thoughts on “Stop!!! Jangan Bawa Tongsis Ke dalam Pesawat.

  1. Kemarin pas naik di bandara Ahmad Yani memang suruh nyopot jam tangan, ikat pinggang juga (untungnya aku pakai kolor). Terus Tripod, kamera dll aku masukkan tas kecil. Bilang dulu ke -petugasnya kalau di dalam tas isinya perlatan elektronik 😀

  2. Ribet juga ya mbak kalau gak bisa bawa monopod, seandainya cuma travelling beberapa hari dan gak bawa bagasi. 🙁

  3. dear ts,
    larangan membawa tongsis atau monopod memang sudah ada sejak dulu kala, jauh sebelum jaman android atau action cam, dimulai dari pencegahan pembunuhan dan pembajakan pesawat menggunakan gadget terselubung, contoh: senapan yang menyerupai kamera, tripod, benda yang punya laras panjang atau/dan menyerupai pistol.

    To prevent assassination attempt.
    (sekadar info, agen rahasia palestina dan mossad israel, menggunakan senjata tabung tiup dengan amunisi jarum beracun, senjata tersebut menyerupai seruling.)

    Zaman perang tahun 90-00 an di daerah konflik seperti teheran, korea utara, afghanistan, memang melarang benda tersebut masuk kabin.

    Bahkan sebagai jurnalis fotografer manual (belum jaman dslr) yang sering bepergian ke daerah konflik, kita harus merelakan isi film yang dicoba dan melepas lensa kamera untuk diobok2 petugas untuk memastikan bahwa yang dibawa benar2 kamera.

    sedangkan monopod adalah sejenis tripod. Bagi para veteran traveler, pelarangan tersebut sangat wajar.

    Yang membuat kaget adalah manusia2 zaman millennial, yang tidak meng-educate dirinya sendiri, yang baru pegang action cam, baru punya tongsis,, koar2 ngeyel di twitter menghibahkan tongsis ke petugas bandara, merasa dirinya sendiri benar, mentang2 sudah bayar tiket.

    Untung panjenengan mengerti dan paham aturan internasional,, bayangkan tuyul2 era millennium yang baru berasa kaya, bawa air botolan masuk kabin mencak2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *