Review Hotel Santika Pekalongan

Sebagai seorang solo traveler, terkadang saya malas untuk tinggal di sebuah hotel yang lokasinya susah dijangkau dengan kendaraan umum. Apalagi jika saya tiba di kota tersebut pada malam hari. Rasa khawatir menggunakan kendaraan umum sendirian terkadang masih membayangi pikiran saya dan tidak disetiap kota sudah tersedia kendaraan yang dilengkapi dengan aplikasi. Alternatif yang saya gunakan adalah mencari penginapan di sekitar stasiun, bandara, atau terminal yang saya rasa cukup aman untuk tempat beristirahat.

hotel santika

Ada rasa sumringah ketika saya melakukan solo trip ke Pekalongan karena saya tidak perlu repot mencari penginapan yang aman di sekitar stasiun. Saya cukup berjalan kaki untuk dapat mencapainya, ibarat kata tinggal lompat. Saya memutuskan memilih Hotel Santika untuk meregangkan otot-otot saya yang kaku akibat lelah perjalanan.

hotel santika

hotel santika

Dengan langkah gontai saya memasuki lobby hotel untuk melakukan proses cek in dan segera menuju lift untuk naik ke lantai delapan. Namun yang terjadi saya tidak bisa menekan tombol angka 8 di dalam lift. Kemudian saya bertanya kepada petugas hotel yang berada di lobby. Ternyata untuk naik ke lantai delapan harus menempelkan electric card yang digunakan untuk membuka kunci kamar. Entah karena saya yang terlalu terburu-buru waktu melakukan cek in atau pihak CSO yang lupa menginformasikan hal tersebut. Hufft….

Lupakan masalah itu, karena saat memasuki kamar, jendela kamar memberikan view kota Pekalongan dari lantai delapan yang dapat saya nikmati sambil menyeduh teh yang tersedia di minibar kamar saya. Setelah berberes, saya pun memutuskan untuk mencoba menu promo yang ditawarkan oleh Santika Resto. Kebetulan, perut ini sudah berontak sejak dari tadi.

hotel santika

hotel santika

Parmagiana pizza dengan topping tomato sauce, black olive, smoke beef, peppers, onion, pineapple, mozarella cheese & oregano, menjadi pilihan saya malam itu  karena promo dan bonus es teh tentunya. Rasa kejunya bikin lidah saya gak bisa berhenti mengunyah sambil menikmati suasana resto. Alunan musik kenangan ala om Ebit G.Ade menemani saya makan sementara pengunjung yang lain juga asik menikmati makan malamnya di meja mereka. Selain pizza, saya juga mencoba menu andalan Hotel Santika yaitu sop buntut bakar. Lupakan rencana diet buat malam ini karena saya tidak tahan menggit daging yang lunak dan rasa soup yang gurih itu dengan segelas G.O squash.

hotel santika
Parmagiana Pizza

Pagi yang cerah dengan sunrise yang indah sempat saya abadikan beserta pemandangan kota yang masih terlihat remang-remang dengan lampu kota yang masih menyala. Nggak perlu naik gunung kan buat dapat lihat sunrise? Ini yang menyenangkan bagi saya. Karena makan malam saya terlalu berat, saya memutuskan untuk olahraga pagi. Tapi saya tidak perlu keluar hotel sambil joging pagi karena di area swimming pool sudah tersedia fitness center dengan fasilitas treadmill dan sepeda statis.

hotel santika
view sunrise dari lantai 8
hotel santika
Fitnes area

Tapi sayang tidak ada petugas hotel yang menjaga booth di daerah fitness center, saya jadi agak sedikit bingung untuk mempergunakan alat – alat tersebut. Saya hanya bisa menggunakan sepeda statis selama 30 menit yang sudah membuat saya ngos-ngosan. Kentara sekali jika saya malas berolahraga. Karena itu, saya memutuskan untuk bersantai di pinggir kolam sambil menikmati sereal yang saya ambil dari resto.

Setelah puas berolahraga pagi, saya pun memutuskan untuk sarapan pagi di resto dengan pilihan menu yang bervariasi. Keramahan petugas hotel membuat saya merasa nyaman. Hiruk pikuk tamu hotel yang melakukan sarapan membuat beberapa meja nampak penuh. Lantunan musik jawa menandakan saya sedang berada di kota Pekalongan yang kental dengan warisan budanyanya.

hotel santika
Jajanan lokal

hotel santika

Salah satu desert yang membuat saya tertarik adalah bubur kacang ijo, tentu setelah menikmati menu utama berupa nasi uduk teri lengkap dengan teri dan orak-arik telor. Hotel Santika merupakan hotel berbintang namun masih mengusung nilai budaya sehingga para tamu tidak merasa jemu dengan sajian menu western food dan nasi goreng.

hotel santika
menikmati pagi di pinggir pool

Para petugas hotel pun sangat cekatan melayani para tamu dan mengambil piring kosong yang ada di meja saya. Tapi saya tidak melihatnya di area pool, karena saya menemukan mangkok bekas sereal orang lain yang masih tertinggal di atas kursi malas. Ya, meskipun saya tidak merasa terganggu karena hanya satu mangkok saja, tapi akan lebih nyaman lagi jika itu tidak ada.


Hotel Santika Pekalongan

Jl. Gajahmada No. 7.A Pekalongan- Jawa Tengah

Telp : (0285) 4460600

Share This:

2 thoughts on “Review Hotel Santika Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *