Si Hitam Yang Memanjakan Lidah (Tahu Petis)

,

Ketika saya mendangar kata “Tahu Petis” dalam benak saya merasakan sebuah memori yang membuat saya susah move on. Rasa nikmatnya yang selalu memanjakan saya, sama halnya dengan rasa indahnya kenangan saya di kota kelahiran saya, Surabaya.

Jpeg

Memang, saya tak kan lupa rasa itu. Namun, selama saya menetapkan diri di Kota Atlas saya tak pernah jumpa dengam si hitam manis itu. Meskipun, banyak sekali di sebrang jalan protokol orang menjualnya. Tapi cita rasa petis itu tidak terasa nendang di lidah saya. Maklum, kalau urusan makan, saya memang suka pilih-pilih.

Beberapa hari lalu, saya mendapat undangan untuk makan tahu petis. Dalam hati saya, ahh..paling juga rasanya sama kayak abang-abang kaki lima. Ternyata dugaan saya salah. Setelah masuk ke dalam outletnya saya mencium aroma petis rebon yang khas. Pikiran saya pun segera teracuni oleh rasa penasaran disusul dengan dendangan perut saya yang mulai keroncongan.

Kemudian mbak Wieke Anggarini sebagai owner Tahu Petis Yudistira menerangkan cara proses pembuatannya saya semakin penasaran. Apakah si hitam manis ini cocok di lidah saya yang sudah terkontaminasi cita masakan Jawa Tengah. Voila, Satu persatu hidangan muncul. Lumpia, Tahu Bakso, dan yang saya tunggu adalah Tahu Petis (Tahu berisi si hitam manis).

mbak Wieke sedang menerangkan proses pembuatan tahu petis
mbak Wieke sedang menerangkan proses pembuatan tahu petis

Satu gigitan pertama, si Hitam mulai belepotan di mulut saya dan merasakan tendangan pertama, rasa rebon yang khas kemudian disusul dengan rasa manis dan sedikit rasa asin. Oke, mungkin memang berbeda dengan petis Surabaya yang melegenda itu. Namun, rasanya di lidah saya sangat nendang dan tak kalah rasa.

Jpeg

Karena memanng cita rasa dasar di Jawa Tengah mendominan dengan rasa manis, sedangkan di Jawa Timur lebih ke rasa asin.  Tapi bagaimanapun juga Tahu petis ini masih menjadi jajanan khas Kota Semarang selain Lumpia dan Tahu bakso. Dengan cita rasa khas kota Semarang.

Dan sekarang saya tidak perlu repot susah payah mencari si hitam manis ini, karena outletnya ada di belakang kampus saya (Udinus) tinggal jalan bentar lidah saya sudah bisa dimanjakan dengan si hitam manis ini. Bagi kalian yang sedang traveling ke kota Semarang bisa nih buat dijadikan refresnsi oleh-oleh.

Share This:

Tinggalkan Comment di Sini ya...! Tapi Jangan Tinggalin Link Hidup!!!

4 Comments


  1. // Reply

    Dulu waktu masih di Surabaya
    kalau beli gorengan selaluu dikasih petis
    jadi kangen petis 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *