Semalam Singgah Di Desa Wisata Tanjung

, ,

Malam itu, saya bersama rekan saya Devi sedang berkunjung ke Sleman. Karena kami mendapatkan undangan dari dinas Pariwisata Sleman untuk sebuah kegiatan Famtrip (Familiarization Trip) yang tujuannya untuk memperkenalkan beberapa destinasi wisata yang ada di Sleman. Kedatangan kami di Sleman disambut dengan hangat oleh Pak Wasita dan Bu Evi selaku penyelenggara. Kami diajak keliling kota menikmati pemandangan dan hiruk pikuk kota.

Homestay Tipe A yang saya singgahi
Homestay Tipe A yang kami singgahi

Jujur saya sangat kagum dengan Sleman, selain memiliki gunung berapi yang sangat fenomenal, Sleman mempunyai banyak sekali destinasi wisata yang tidak akan pernah habis untuk di eksplore. Keramahan penduduk sekitar pula yang membuat keadaan alam terasa sangat kondusif.

Kelelahan kami pun terasa, karena kami baru saja datang dari Semarang. Cuaca yang gerimis terus menerus membuat kami segera ingin beristrirahat. Ada hal yang unik ketika kami di berikan fasilitas tempat untuk beristirahat melepas penat. Kami dibawa ke sebuah desa yang bernama Desa Tanjung. Desa ini seperti desa pada umumnya namun ada yang unik di desa ini.

Desa Tanjung ini merupakan desa wisata. Dengan alamat lengkap Desa Wisata Tanjung Donoharjo, Sleman. Hampir rumah warga yang ada di desa Tanjung menjadi sebuah homestay. Ada beberapa kelas untuk ukuran homestay yang ada.

Malam itu saya menginap di rumah pak Hari Susanto yang merupakan homestay kelas A. Rumah yang bersih dan penyambutan tuan rumah yang ramah seoalah-olah saya sedang berada dirumah sendiri. Ada beberapa kamar yang tersedia dengan bangunan dua lantai dan dilengkapi dengan AC.

Menu makan malam yang menyambut kedatangan kami
Menu makan malam yang menyambut kedatangan kami

Yang membaut saya takjub, ketika kami datang istri pak Hari menyambut kami dengan membuatkan teh hangat dengan beberapa camilan dan tidak hanya itu, beberapa menit kemudian kami disuguhkan oleh sate ayam yang sudah tersaji di meja makan. Padahal perut kami masih terasa kenyang lantaran sebelumnya kami barusaja makan di kampung labasan.

Pagi harinya sebelum kami meninggalkan rumah pak Hari, kami disambut dengan gudeg Jogja yang sudah tersaji di meja makan. Sebelumnya saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan kesekitar rumah yang dekat dengan sawah, saya melihat pemandangan gunung merapi yang menjulang tinggi di sebelah utara. Waww, sangat menakjubkan. Sembari saya membayangkan cerita bu Hari semalam ketika merapi sedang erupsi tahun 2010 lalu. Beliau bercertia bahwa lahar panas dan percikan api terlihat begitu jelas dan dentuman demi dentuman terdengar begitu jelas.

Tanjung4
Kamar dilengkapi dengan kasur busa dan AC

 

Suasana dalam rumah
Suasana dalam rumah

Desa wisata ini sangat cocok sekali untuk dijadikan kegitan. Terutama kegitan untuk anak-anak sekolah. Karena desa wisata ini sudah dikelola dengan baik oleh warga setempat. Banyak sekali kegitan yang dapat dilakukan di desa wisata Tanjung ini. Dari mulai belajar membatik, belajar menari di pendopo desa, belajar memasak dan masih banyak sekali kegiatan positif yang dapat dilakukan dan tentunya bersifat edukasi.

Rasanya sangat singkat sekali ketika kami merasakan singgah di desa wisata tersebut. Karena masih banyak yang ingin saya lakukan di sana.

Share This:

Tinggalkan Comment di Sini ya...! Tapi Jangan Tinggalin Link Hidup!!!

2 Comments


    1. // Reply

      Ehhh ciyeee sombung lu…hahahah

      Boleh kak di cobain ada berbagai macam tipe kelas kamar..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *