Experience Traveling

Pengalaman Pertama Bertenda Pasca Opname

Belum ada sebulan saya merasakan penderitaan itu lagi. Tangan ditusuk-tusuk jarum, lantaran sakit yang saya derita. Masih inget bagaimana rasa sakitnya. Tyfus dan typoid fever telah menyerang saya awal bulan kemarin. Suhu badan tidak stabil, seperti halnya ciri-ciri penderita typus. Singkat cerita saya harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dan di bawah pengawasan dokter.

Susasan pagi yang cerah

Susasan pagi yang cerah

Finaly, semua rencana traveling traveling kedepannya harus gagal dan berantakan. Pengen kesini pengen kesana yang ada hanyalah angan-angan saja. Apalah daya tubuh ini terkapar. Kecapan, pola makan yang buruk memicu typus saya kambuh. *Jewer kuping sendiri, hahah.

Hampir dua minggu saya anteng istirahat di rumah, memperbaiki pola makan dan gizi (mungkin gizi saya buruk). Namun kaki ini sudah mulai gatal untuk jalan-jalan dan bosan sudah membayangi. Masih dalam pengawasan dokter dan masih mengkonsumsi obat tapi saya nekat untuk balik ke Semarang Sabtu pagi. Karena expektasi saya 14 Febuari saya ingin mengikuti kegiatan menanam 1001 pohon di jalur pendakian Gunung Ungaran.

IMG_0716

IMG_0790

Sedikit nekat memang. Berulang kali teman-teman camp saya menayakan kondisi saya saat itu. Sempat melarang saya untuk ikut join karena cuaca yang tidak mendukung (mendung dan gerimis) dan kondisi saya yang masih terlihat pucat. Larangan mereka tak lain hanyalah sebuah rasa kawatir akan kondisi saya.

Sempat debat kusir dan akirnya saya berhasil meyakinkan mereka. “Aku ikut ngecamp, ya….”. Tidak ada barang yang saya bawa kecuali Sleeping bag, baju ganti dan matras berbahan aluminium foil. Tidak ketinggalan obat yang saya konsumsi. Ibarat hanya pindah tidur saja malam itu. Namun bagi saya justru menjadi obat yang sangat mujarap. Malam itu adalah pengalaman pertama saya bertenda pasca rawat inap.

 Melihat bulan yang menggantung indah diantara sela-sela pinus, gemerlap lampu kota yang terlihat dari basecamp mawar nampak begitu elok malam itu. Kebersamaan dengan teman yang terasa hangat malam itu dan sebuah perhatian yang menghujani saya malam itu membuat saya pulih.

Paginya, sebelum aktifitas dimulai seperti biasa, sunrise yang terekam dalam kamera saya membuat jiwa saya kembali. Tak lupa pula mereka kembali memastikan kondisi saya, karena kami akan tracking. Tenang, tidak sejauh tracking di Baduy kok. Medan trackingnya juga tidak extream alias biasa-biasa saja (songong).

IMG_0804

Selangkah demi selangkah saya berjalan mencoba memantapkan hati dan mengatur ritme pernafasan agar tidak terlalu capek. Masih bersama teman-teman yang masih mengawasi saya (biar tidak liar), heheh. Tracking sambil jepret sana sini pun saya lakukan. Keringat mulai mengucur dari kening dan punggung. Bukan keringat dingin yang keluar namun keringat normal seperti halnya manusia normal lainnya. Fyuhh…badan saya berasa segar kembali, meski lelah merayapi namun keceriaan masih menghiasi kami.

DSC02658

DSC02625

Menyenangkan sekali, mendapatkan power saya kembali untuk berpetualang dan mencurahkan segala ide yang menyumbat di otak. 14 Februari yang kebanyakan orang rayakan sebagai hari kasih sayang dan menghabiskannya bersama pacar, lain halnya dengan saya yang mendapatkan kesehatan lagi dan kasih sayang dari teman-teman dan sahabat-sahabat saya.

Kalau sudah kuat pegang SLR itu tandanya saya SEHAT...hahah

Kalau sudah kuat pegang SLR itu tandanya saya SEHAT…hahah

Thank you gais…

Share This:

2 Comments

  1. rudy February 23, 2016
    • Mia Kamila February 23, 2016

Leave a Reply