Uncategorized

Lava Tour Menjalajahi Merapi

Hawa dingin merayapi tubuhku yang hanya mengenakan sebuah jacket tipis dan saebuah shal berbahan tenun. Kedua tanganku melipat di depan dada sambil menaikkan pundakku tanda aku merasakan hawa dingin yang tak bisa kutepis. Sesekali aku melirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 04.00. Sepi, dan masih gelap. Tak berapa lama terlihat sebuah cahaya yang berasal dari sebuah mobil Jeep menuju arahku dan bu Evi.

Nampak Gunung merapi yang menjulang tinggi

Nampak Gunung merapi yang menjulang tinggi

Kata bu Evi, kita akan hunting sunrise di lereng merapi. Biar nggak ketinggalan kami berangkat sebelum subuh. Meskipun melawan hawa dingin yang menerpa tubuh, kami tetap semangat menikmati setiap perjalanan. Menerjang medan yang berbatu jeep yang kami tumpangi menggoncang tubuh kami. Terutama saya yang berada di belakang. Pantat saya terasa terlempar dari permukaan kursi jeep yang saya rasa tidak ada empuknya.

Kanan, kiri, kanan, kiri….gubrakkk….

jeep yang mengantar saya ber-lava tour (SEwa jeep kurang lebih Rp. 350.000)

Jeep yang mengantar saya ber-lava tour (SEwa jeep kurang lebih Rp. 350.000)

Bukan, ini bukan offroad yang pakai acara Jeep terguling di atas kubangan lumpur. Tapi pikiran saya menggerayang kesana, membayangkan suatu hal yang extream. Tak lama saya berhayal, saya melihat di kanan saya ada barisan warung yang berjajar dengan cahaya bolam berwarna kuning redup terksesan remang-remang dan klasik. Jeep kami parkir di depan barisan warung tersebut dan kami perlahan naik keatas bungker (ruang bawah tanah tempat bersembunyi dari wedus gembel). Kaki saya masih terasa agak sedikit ngilu lantaran minggu lalu merasakan tracking di Baduy. Namun suasana di lereng merapi menyibak semua lelah yang saya alami. Semburat kuning emas dari ufuk timur  terlihat begitu mewah. Namun bulatan matahari yang saya dambakan tertutup awan.

LT_4

Nggak seru kalau tidak selfie… Chirsss.

LT_6

Bungker (tempat bersembunyi dari wedus gembel)

Perjalan saya kali ini disebut dengan lava tour merapi. Dengan menyewa jeep kita bisa keliling memutari jalur merapi. Melihat pemandangan dengan view merapi tentunya, kanan kiri penuh dengan pemandangan hijaunya dedaunan. Seusai melihat sunset di Kaliadem, kita akan dibawa turun dan melihat batu Alien. Konon batu material dari letusan gunung merapi tersebut berbentuk seperti wajah alien (Makluk luar angkasa) sehigga warga menyebutnya batu Alien. Dari batu Alien jeep yang kami tumpangi melaju perlahan menuju rumah yang terkena musibah meletrusnya merapi yang kini dijadikan sebagai museum. Rumah yang nampak hancur lebur tersebut masih menyimpan beberapa perabotan rumah tangga yang meleleh akibat terkena awan panas.

LT_7

Turun dari lereng merapi kita akan diajak menuju batu Alien

LT_8

Rumah para korban letusan Merapi yang rusak terkena awan panas.

LT_9

Bagian dari rumah yang luluh lantah dengan tanah.

Share This:

4 Comments

  1. Noorma March 2, 2016
  2. Hidayah Sulistyowati March 2, 2016
    • Mia Kamila March 2, 2016

Leave a Reply