Lava Bantal Menjadi Alternatif Objek Wisata

Saya merasa takjub ketika melihat sebuah fenomena alam yang menurut saya sangat aneh. Saya berdiri di tepi sungai opak yang arusnya tidak terlalu deras. Saya melemparkan pandangan kesebuah bebatuan yang ada di kanan dan kiri sungai. Setelah saya amati, bebatuan di sisi kanan dan kiri sungai memiliki warna yang berbeda dengan warna merah pekat dan warna putih. Pikir saya perbedaan warna merah dan putih pada batuan tersebut merupakan buatan manusia.

Fenomena Alam Lava Bantal
Fenomena Alam Lava Bantal

Namun setelah saya mencari tahu penyebab berbedanya warna batuan tersebut dugaan saya salah besar. Perbedaan warna pada batuan tersebut merupakan proses alamiah geologi. Menurut ahli geologi batuan berwana merah tersebut adalah endapan lava dari gunung berapi yang konon 60 juta tahun lalu daerah tersebut merupakan sebuah lautan dengan gunung berapi didalamnya. Ketika gunung berapi tersebut meletus material yang berupa lava panas dan abu vulkanik keluar dari perut gunung bersinggungan langsung dengan air kemudian terjadilah sedimentasi. Karena adanya proses perubahan pada bumi, lautan tersebut berubah menjadi aliran sungai. Karena endapanya menggumpal menyerupai bantal maka tempat ini dinamakan sebagai “Lava Bantal”.

LB2

Banyak sekali pengunjung yang merasa penasaran dan ingin berkunjung ke lava bantal. Selain sungainya yang bersih arus yang tak terlalu deras nyaman sekali untuk digunakan berenang atau hanya sekedar bermain air di pinggir sungai. Lava bantal berada di Watuadeg, Ds Jogotitrto, Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk masuk kekawasan Lava bantal tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam, karena kita hanya membayar biaya parkir kendaraan saja.

Share This:

2 thoughts on “Lava Bantal Menjadi Alternatif Objek Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *