Kampung Labasan Rindu Kampung Halaman

Dari gerimis hingga hujan lebat sore itu menyapa saya ketika saya tiba di sebuah Desa wisata Tanjung Slemana Yogyakarta. Saya dan teman saya Dhev turun dari sebuah kendaraan minibus yang mengantarkan kami ke desa tersebut. Disana kami bertemu dengan bu Evi dari Dinas pariwisata Sleman. Rencananya beliau akan mengajak kami berwisata kuliner. Yah, karena kami tidak begitu paham dengan tempat ini kami asal ngikut saja. Bu Evi tidak sendirian, beliau bersama seorang mahasiswa UGM bernama Reza. Lengkaplah sudah, anggota kami menjadi empat orang.

Makan ditemani si meong
Makan ditemani si meong

Menerjang hujan nan lebat kami melewati jalan menuju Kaliurang dan saling bercerita satu sama lain di dalam sebuah mobil yang dikendarai bu Evi. Karena kami belum saling berkenalan satu sama lain. Kami bercerita tentang asal muasal kami hingga beralih topik ke dalam berita terhangat yang baru saja terjadi, tentang taman bunga Amarylis yang sempat booming karena ke elokannya dan kemudian sirna karena ulah pengunjung yang tak beratitude.

Kanan kiri sepanjang jalan saya melihat sebuah kehidupan yang asri, elok dan sejuk. Bunga-bunga yang hidup di pinggir jalan tumbuh dengan indah dan asri. Suasa pedesaan yang masih begitu kuat dan lekat membuat saya ingin tinggal beberapa hari di sini. laju kendaraan yang tak begitu cepat membuat saya semakin menikmati perjalanan.

Tak lama kemudian mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah kedai.

“Wahhh banyak kucing” Tiba-tiba Dhev teriak girang.

Saya masih tidak “ngeh” dengan tempat ini. Oke, saya menyebutnya kedai karena saya lapar dan saya pengen makan. Bu Evi antusias mengajak kami makan, kuliner dan tentunya tak lupa kopi sebagai sandingannya. Di dalam kedai saya asik dengan kucing-kucing yang menyambut kedatangan kami. Berbagai jenis kucing ras ini bergelayut manja dengan kami, dengan para pengunjung tentunya. Namun tidak usah khawatir jika pengunjung tidak suka atau takut dengan kucing, mereka tidak mengejar pengunjung dan mereka asik dengan mainan mereka sendiri.

Telo Asam Manis
Telo Asam Manis
Jantung Pisang yang lezat
Jantung Pisang yang lezat

Selain sambutan para kucing yang ramah, kami juga disambut para witers yang ramah pula. Seolah kami sudah menjadi pelanggan setia mereka. Yang unik dari kedai ini adalah menu makannya yang serba Singkong, Soup cream telo mereka menyebutnya, telo asam manis, ada pula kentut pisang atau disebut jantung pisang. Terlintas di otak saya dan mendengar menu tersebut saya sudah kehilangan selera makan. Karena saya tidak suka singkong. Tapi bu Evi mencoba meyakinkan saya hingga menimbulkan rasa penasaran saya. Tak lama kami asik berforo dengan para model (Kucing) makanan satu persatu terhidang di meja makan.

Suasana Resto yang unik
Suasana Resto yang unik

Telo Asam manis, Soup cream Telo, oke serba telo datang dan berjajar diatas meja. walaupun sempat kehilangan selera makana karena saya tidak suka, tapi saya penasaran dengan rasa hidangan tersebut. Dengan ragu saya mengambil sup yang ada dalam mangkok besar. Kemudain masuklah kemulut saya satu sendok dan amazing soup cream telo nya enakkk……begitu juga telo asam manisnya, berasa buka telo yang saya makan. Rasanya benar-benar beda. Asik dengan hidangan saya hampir lupa menanyakan tempat apa ini sebenarnya. Hingga mas Ilham datang untuk menjelaskan tempat ini, beliau adalah oprating manager di kampung labasan.

Rumah Jineman
Rumah Jineman
Rumah Baduy
Rumah Baduy
Isi rumah baduy
Isi rumah baduy
Kamar mandi
Kamar mandi

Tempat ini addalah Kampung Labasan Tropical Resort. Jadi sebuah resort yang mengusung suasana alam dan menyatu dengan masyarakat lokal. Karena pengunjung akan di ajak membaur dengan masyarakt lokal. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan pengungung di kampung labasan, seperti halnya the village tour, Volcano tour, Sunrise tour, Village Farming tour dan masih banyak lagi. Sementara itu tempat bermalam para pengunjung juga unik, dengan mengusung tema rumah adat yang disewakan tiap ruamah dengan kapasitan 3 sampai 25 orang dengan variasi harga yang berbeda. Ditemani rintik gerimis kami diajak keliling melihat rumah-rumah adat dan suasana yang ada di resort ini. Susana alami pedesaan yang kerap kali memunculkan sebuah kerinduan akan kampung halaman.

Lobby n Resto Kampung Labasan
Lobby n Resto Kampung Labasan

info lebih lanjut hubungi kampunglabasan.com

Share This:

8 thoughts on “Kampung Labasan Rindu Kampung Halaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *