Dibalik Gerbang Kuning Tebal

Setelah tiga puluh menit menikmati perjalanan akhirnya saya tiba di Lasem. Saya berangkat dari Juwana seorang diri dengan menumpangi bus AKP jurusan Semarang-Surabaya. Disana saya sudah ditunggu oleh tiga teman saya. Mereka berada di sebuah rumah dengan pagar yang menjulang tinggi dan tebal berwarna kuning yang terletak di Jalan Dasun, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tanpa ragu saya pun masuk kedalam gerbang kuning tersebut.

Pintu Gerbang Omah Lawang Amba
Pintu Gerbang Omah Lawang Amba

Ada sebuah rumah tua dibalik gerbang kuning tersebut, dengan pelataran yang begitu luas. Rumah tersebut dikenal dengan sebutan rumah candu atau dengan sebutan lain rumah lawang amba nampak begitu renta karena usianya yang sangat tua. Namun rumah tersebut masi berdiri kokoh dan nampak terawat. Rumah kediaman Kapiten Liem yang tinggal sekitar tahun 1880 itu menyimpan banyak sekali cerita di dalamnya. Konon pada tahun tersebut Kapiten Liem Kim Siok yang dikenal sebagai seorang syahbandar melakukan penyelundupan Candu yang berasal dari China lalu Candu tersebut di tukar dengan senjata untuk melawan penjajah kolonial Belanda.

Rumah Candu yang nampak tua nambun terawat dengan baik
Rumah Candu yang nampak tua nambun terawat dengan baik

Candu tersebut dibawa oleh kapal-kapal dagang yang berlabuh di Lasem pada masa itu. Candu-candu tersebut mereka hanyutkan ke seungai yang berada di depan rumah tersebut, dimana aliran sungai tersebut terhubung dengan laut tempat kapal-kapal dagang berlabuh, dan kemudian diambil melalui lubang yang ada di dalam rumah tersebut, yang dulunya berdiameter 3 meter dengan kedalman 1,5 meter. Sampai sekarang pun lubang tersebut masih menganga di dalam rumah. Namun pada saat itu saya terlambat untuk mengabadikannya. Candu yang tiba di Lasem akan dieadarkan ke seluruh pulau Jawa, diantaranya Parakan, Semarang dan Magelang.

Altar yang berada di dalam rumah Candu
Altar yang berada di dalam rumah Candu

Ketika masuk kedalam rumah utama saya melihat sebuah Altar dengan aroma khas bio yang semerbak menusuk indra penciuman saya. Di halaman belakang rumah tersebut terdapat sebuah batu nisan yang di percaya sebagai tempat pemakaman keluarga.

Selain rumah candu masih banyak sekali bangunan tua yang menjadi warisan budaya di daerah Lasem. Mengingat Lasem adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal dagang dari China. Sehingga mayoritas penduduk Lasem bagian pesisir berketurunan darah Tionghoa.

Share This:

7 thoughts on “Dibalik Gerbang Kuning Tebal

  1. Sempet typo diawal, kirain naik gerbang :|, Makasih kak ilmunya, Kak itu candu = lawang = pintu ? ah keren yah rumahnya, ada penghubung begitu, kayak di Taman Sari Jogja ya, katanya dulu juga ada pintu penghubung sampai Laut Selatan. Nice share

    1. Jadi candu itu sejenis seperti barang narkotika heroin dan sejenisnya gitu kak, dan itu di selundupkan melalui sumur yng terhubung sampai laut. heheh

  2. Aku tu daridulu pengen banget mutet2 lasem. Entah udah berapa dan selalu ngelewatin tok. Asli penasaran sama kota tua ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *