Memborong Barang Antik di Little Nederland

Kota lama Semarang, tidak pernah surut menyedot perhatian para pengunjung. Setiap hari selalu ramai orang-orang yang berlalu lalang untuk sekedar menikmati kuliner serta menikmati keindahan gedung-gedung tua yang menjadi daya tarik kawasan ini. Kota lama ini sering juga disebut dengan sebuatan “Little Nederland”. Bagaimana tidak? kawasan kota lama ini dulunya merupakan jantung kota pada saat jaman penjajahan Belanda di kota Semarang dengan segala aktifitas yang perdagangan yang dilakukan.

Suasana Pasar Klitikan dikala sore hari
Suasana Pasar Klitikan dikala sore hari

Setiap harinya kawasan  ini ramai pengunjung dari luar kota bahkan dari dalam kota. Mereka kerap kali menikmati bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh di kawasan tersebut, ada pula yang hanya sekedar berfoto-foto untuk mengabadikan gambar mereka di depan bangunan tua sebagai backgroundnya.

Barang antik yang di jual di stand berupa kamera jadul
Barang antik yang di jual di stand berupa kamera jadul

Namun bukan hanya itu yang bisa kita nikmati di sekitar kota lama. Baru-baru ini sebuah komunitas yang menyebut dirinya sebagai “Kokakola” dan “Padang Rani” membuka stand di sekitar taman sri gunting dari mulai siang sampai malam hari. Suasana sendu yang ada di kawasan itu mulai lebih terasa. Karena stand yang didirikan oleh “Kokakola (Kelompok Klitikan Kota Lama)” dan “Padang Rani (Paguyuban Pedagang Barang Seni)” adalah stad barang-barang antik. Mereka membuka stand di sekitar taman Sri Gunting dengan berbagai variasi barang dagangan yang menereka tawarkan. Antara lain bahan antik yang terbuat dari kuningan, kamera kuno, aneka botol kuno yang mereka dapatkan dari berbagai dareah, luar negeri maupun dalam negeri.

Adapula sofenir dari bahan logam kuningan
Adapula sofenir dari bahan logam kuningan

“Saya berdagang barang antik sudah sejak tahun 1987 dan berawal dari hobi yang gemar sekali dengan barang antik.” kata salah salah satu pedagang barang antik yang sempat saya temui malam itu. Beliau datang dari Tanah kusir Jakarta, merelakan waktunya berpisah dengan keluarganya untuk memasarkan barang antiknya.

Jika dilihat dari sisi wisatawan macanegara yang datang ke Semarang mereka sangat tertarik dengan adanya stand tersebut, bagi mereka yang juga seorang kolektor dapat dengan mudah menemukan beberapa macam barang antik yang mereka cari bahkan hanya sekedar hiburan semata bagi wisatwan lokal dan bisa memperluas pengetahuan kita tentang barang-barang antik yang pernah di produksi. Tidak disangka barang-barang tersebut masih mempunyai nilai jual tinggi.

FYI mereka buka stand setiah hari selama tiga minggu untuk kelompok Padang Rani dan minggu kedua untuk kelompok Kokakola. Stan mereka buka sampai malam hari.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *