Dua Tenda Tertanam di Krakal

Dua buah tenda yang tertanam di piggir pantai
Dua buah tenda yang tertanam di piggir pantai

Dua buah tenda tertanam di tanah berpasir. Diantara semak-semak tanaman pandan-pandanan laut. Malam mulai larut membuat kami mempercepat gerakan tangan kami untuk mengaitkan tali temali dan kerangka tenda agar dapat berdiri kokoh melindungi kami untuk beristirahat. Perjalanan nun jauh membuat kami lelah dan ingin segera merebahkan tubuh di dalam perut tenda kami.

Hanya berbekal lampu senter berdaya kecil sebagai penerangan, kami melakukan survey lokasi yang pas dan nyaman untuk mendirikan tenda kami, dan selain itu kami juga harus memperhitungkan jarak tenda kami dengan bibir pantai untuk mengatasi air yang pasang.

Keindahan sunrise di sekitar pantai Krakal
Keindahan sunrise di sekitar pantai Krakal
Udara pagi yang segar menggoda untuk joging di pinggir pantai tang sepi
Udara pagi yang segar menggoda untuk joging di pinggir pantai yang sepi

Angin berhembus sangat kencang menyusup ke dalam sela-sela jaket yang aku kenakan dan segera aku menaikkan resliting hingga sampai ke leher. Aku dan ke tujuh temanku berniat untuk melakukan camping di pantai. Dan pilihan kami malam itu adalah pantai Krakal. Walaupun kami sempat singgah ke pantai Sepanjang yang lokasinya sekitar tiga kilo setelah pantai Krakal, namun dengan berbagai pertimbangan kami kembali turun dan menuju pantai Krakal. Pantai tersebut berada di kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta. Sebuah dataran tinggi yang mempunyai beragam pantai yang asik untuk di eksplore dan di kunjungi para wisatawan, bahkan sangat menarik jika kita jadikan tempat untuk camping atau hanya sekedar menikmati kecantikannya bersama orang-orang yang kita sayangi.

Dua buah tenda kami sudah terpasang setelah bebepa menit berkutat memasangnya. Rasa puas terpancar dari wajah kami. Tak lama kemudian beberapa dari kami merebahkan badan mereka yang capek dan sebagiannya lagi mengeluarkan nasting dan kompor mini untuk membuat segelas kopi panas.

Ombak yang mengamuk menerpa bebatuan karang raksasa.
Ombak yang mengamuk menerpa bebatuan karang raksasa.

Baru pertama kali ini aku ikut mendirikan tenda dan bermalam di pinggir pantai. Perasaan campur aduk dan seru mercampur menjadi satu. Kekawatiran akan adanya gempa susulan pun sempat terlintas dalam pikiran saya. Mengingat beberapa minggu lalu daerah pantai selatan pulau Jawa sedang di guncang gempa dengan kekuatan 3.4 SR. Tapi salah satu teman saya mencoba menenangkanku dan menghapuskan perasaan takut itu.

Kegiatan sarapan yang kami lakukan pagi itu.
Kegiatan sarapan yang kami lakukan pagi itu.

Suatu hal yang sedang saya nikmati dalam perjalanan trip kali ini adalah memandangi sunrise di tepi pantai di depan tenda. Seolah membuka mata disambut dengan senyuman mentari pagi. Semangat yang sempat hilang beberapa saat segera bangkit dan mengallir ke dalam jiwa. Beban yang mengganjal pun sedikit ringan, sedangkan luka terasa perih sedikit terobati melihat indahnya keagungan Tuhan yang ada di depan mataku pagi itu. Sebuah pantai denga bukitan karang yang menjulang tinggi, ombak yang menderu mengamuk menerpa bebatuan karang dan kiacauan burung gereja bersiul berterbangan diatas tenda kami. Sejenak aku melamun dan tersenyum menikmatinya. Kapan lagi aku bisa menikmati keagungan Tuhan?

Bergaya Ala-ala.
Bergaya Ala-ala di atas karang raksasa.

Share This:

6 thoughts on “Dua Tenda Tertanam di Krakal

  1. camping dipantai itu seru
    selalu terdengar deburan ombak pantai.
    soalnya kita ga bisa mendengarnya ketika camping di gunung
    *yaiyalah..di gunung adanya gulungan awan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *