Mengintip Kediaman H.O.S Tjokroaminoto

Kedatangan saya di Jakarta saat menyusuri kawasan Menteng merupakan sebuah tamparan keras bagi saya ketika kerabat saya kak @suci_rifani mengajak saya untuk mampir di sebuah rumah yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Rumah tersebut pernah menjadi kediaman Laksamana Maeda yang sekarang menjadi museum perumusan proklamasi. Saya merasa malu karena pengetahuan saya tentang sejarah begitu cetek. Padahal Indonesia menyimpan banyak sekali sejarah.

Kediaman H.O.S Tjokroaminoto di Jalan Peneleh 7
Kediaman H.O.S Tjokroaminoto di Jalan Peneleh 7

Tujuan perjalanan saya kali ini adalah ke Kota yang tak kalah bersejarahnya. Berbekal dari cerita-cerita yang tertulis di sebuah akun komunitas Surabaya Tempo Dulu (STD) membuat saya tergerak untuk meng-explore kota Surabaya dari sisi sejarahnya. Saya ingin tahu banyak tentang kota Surabaya yang menjadi kota kelahiran saya. Bagaimana sejarah yang terjadi disana tempo dulu hingga menjadi suasana yang seperti sekarang ini saya nikmati. Saya berjalan menuju kawasan jantung kota Surabaya kemudian saya menuju gang kecil di kawasan Peneleh. Tujuan saya kali ini adalah ingin berkunjung ke rumah seorang pahlawan yang juga berjasa kepada bangsa kita. Beliau bernama Haji Oemar Said Tjokroaminoto (H.O.S Cokroaminoto) dan merupakan guru besar dari sorang proklamator kita, Soekarno.

Ruangan dalam rumah.
Ruangan dalam rumah.

Disana saya disambut hangat oleh seorang penjaga bernama pak Edy, beliau tambap begitu ramah menyambut kedatangan saya. Dengan senang hati beliu juga menceritakan sekilas sejarah tentang rumah Peneleh ini.

“Pada tahun 1905, H.O.S Tjokroaminoto datang ke Surabaya bersama istrinya mereka bertempat tinggal di Peneleh. Rumah tersebut dia beli dari orang Thionghoa pada tahun 1902. Beliau menggagas organisasi Syerikat Islam (SI) dan menjadi ketua SI. Organisasi ini bersikap moderat terhadap pemerintahan Belanda. Beliau ingin memperjuangkan penegak hak-hak manusia serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. ” Kata Pak Edy menjelaskan.

Saya sangat begitu takjub dan antusias untuk mendengarkan cerita dari beliau. Selayaknya anak kecil yang sedang mendengarkan dongeng ketika hendak tidur.

Terdapat ruang rahasia di atas rumah yang tidak nampak dari luar.
Terdapat ruang rahasia di atas rumah yang tidak nampak dari luar. Ruang ini menjadi kamar kos Soekarno dan teman-teman lainnya
Perabotan kuno yang ada di dalam rumah.
Perabotan kuno yang ada di dalam rumah.

H.O.S Tjokroaminoto mengajarkan paham-paham terhadap murid-muridnya, paham tersebut antara lain Nasionalis, Agamis, dan Sosialis. Salah satu murid beliau adalah Soekarno yang membawa paham Nasionalis sehingga dapat terbentuknya negara Indonesia ini dan mencapai kemerdekaan RI.

Langit-langit rumah yang terbuat dari anyaman bambu.
Langit-langit rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

Rumah Tjokroaminoto mulai diketemukan pada tahun 1996, dan pada tahun 1998 di ambil alih oleh pemkot Surabaya kemudian di renovasi dan mejadi cagar budaya. Walaupun sudah direnovasi oleh pemkot namun bangunan ini tidak meninggalkan bentuk aslinya. dari mulai ubin sampai langit-langit bahkan perabot yang ada di dalamnya juga sebagian besar masih asli. Tertera jelas pada depan rumah tertempel plakat berwarna emas bertuliskan SK Walikota Surabaya No 188.45/251/402.1.04/1996 no.urut 55. 

Plakat yang tertera di luar rumah bertuliskan surat keputusan Walikota Surabaya
Plakat yang tertera di luar rumah bertuliskan surat keputusan Walikota Surabaya

Jika ingin datang ke rumah kediaman H.O.S Tjokroaminoto dan mengutip sejarahnya bisa langsung menuju Jl. Peneleh 7 di sebrang jembatan Peneleh. Hanya berjarak sekitar 10 meter dari gang. Disana kita bisa bertemu dengan Pak Eko yang senantiasa akan memberikan sedikit pengetahuan tentang sejarah yang pernah terjadi disana. Tak jarang pula kita bertemu dengan anak-anak sekolah yang datang untuk belajar tentang sejarah. Rumah tersebut terbuka untuk umum.

Eksis dulu dong di depan Rumah H.O.S Tjokroaminoto
Eksis dulu dong di depan Rumah Eyang H.O.S Tjokroaminoto

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *