Experience

Panorama Sore di Telaga Sarangan, Magetan

Sore di Telaga Sarangan.

Suasana Telaga Sarangan Di Sore itu

Suasana Telaga Sarangan Di Sore itu

Mengingatkanku tentang arti sebuah kehidupan. Aku berada di sini bukan secara kebetulan. Aku berada di sini bersama teman-teman kantor. Adapun niat kami tidak hanya sekedar jalan-jalan santai. Melainkan kami selesai mengunjungi makam pimpinan, teman, sahabat kami Alm Gunawan. Memang aku tidak begitu lama dan dalam mengenalnya. Tapi menurut pengakuan para sahabat dan teman-teman beliau adalah orang yang baik. Beliau meningal karena sakit. Usianya masih tergolong sangat muda. Beliau di makamkan di kota Nganjuk.

***

Sore itu di Telaga Sarangan terasa sangat dingin yang menusuk tulang. Cuaca yang tidak mendukung karena gerimis mulai berjatuhan secara bersamaan. Aku yang merasa takjub dengan pemandangan gunung Lawu disekitarnya mencoba menikmati dengan cara berdiri di tepi telaga. Melihat puluhan boat yang berkeliling membawa pengunjung untuk menikmati pemandangan Telaga Sarangan dari dalam telaga.

Telaga Sarangan ini terletak di Lereng Gunung Lawu, kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan Jawa Timur. Dengan Luas sekitar 30 ha dan kedalaman sekitar 28 m. Telaga Sarangan ini sering disebut sebagai Telaga Pasir. Konon telaga ini terbentuk karena sebuh kisah sepasang suami istri yang bernama kyai Pasir dan nyai Pasir yang berubah menjadi naga besar dan berguling-guling keladang hingga menyebabkan sebuah cekungan dan keluar sebuah mata air yang nemancar hingga memenuhi cekungan tersebut, sehingga dinamakan sebuah telaga.

Meskipun sore itu cuaca di sekitar telaga sedang gerimis dan kabut mulai turun sehingga sedikit menghalangi pandangan untuk menikmati indahnya susana di sekitarnya. Aku dan teman-teman menikmatinya dengan cara lain, yaitu dengan cara mengelilinginya dengan menggunakan boat motor. Banyak sekali pilihan boat untuk dinaiki dan mereka berjajar berbaris rapih di pinggir telaga.

“Debit airnya nambah, dan karena hujan, hati-hati mbak.” Kata pak pengemudi boat yang akan membawa kami keliling memutari telaga.

Boat yang membawa kami keliling menikmati indahnya panorama Sarangan

Boat yang membawa kami keliling menikmati indahnya panorama Sarangan

Aku dengan langkah hati-hati menapaki sebuah papan kayu yang menghubungkan tepian telaga dengan boat motor.

“Brummm…brummm……..”

suara diesel pun berdenging di telinga dan boat mulai berjalan menyusuri telaga. Percikan air telaga berserta air hujan membasahi kami. Dari sini sangat leluasa sekali menikmati pemandangan Telaga Sarangan ini dan Gunung Lawu.

Manager kami yang ikut berfoto di tepi telaga

Manager kami yang ikut berfoto di tepi telaga

Tidak ketinggalan pula Manager kami yang ikut serta menikmati Telaga Sarangan ini ikut berpose di pinggir telaga. Sungguh benar-benar menikmati. Mangucap syukur atas sebuah hikmah serta hidayah yang diberikan Allah sehingga aku bisa menikmati ciptaan-Nya yang megah ini.

 

Share This:

2 Comments

  1. yandhi ramadhana September 7, 2015
    • Mia Kamila September 7, 2015

Leave a Reply