Dibalik Kelezatan Mangut Kepala Manyung

,

kelezatan setiap makanan mempunyai cita rasa tersendiri oleh penikmatnya. Tapi apakah kita mengetahui sebuah proses pengolahan suatu makanan yang kita santap dan rasakan kelezatannya. Kabupaten Pati merupakan suatu daerah pesisir pantura timur. Suatu jalan yang menghubungkan antara Anyer sampai Panarukan.

Banyak sekali jenis kuliner yang ada di sini. Salah satu kuliner yang membuat saya tertarik dan ketagihan untuk mencobanya adalah Mangut Kepala Manyung.

Gambar Ilustrasi Mangut Kepala Manyung by Ghana
Gambar Ilustrasi Mangut Kepala Manyung by Ghana

Apa sih Mangut Kepala Manyung itu?

Mangut Kepala Manyung adalah kudapan yang berbahan dasar Kepala Ikan Manyung. Bukan Kepala kita yang manyun…hehe. Masakan ini banyak dijumpai di daerah pesisir. Cita rasa masakan yang pedas bersantan kental dan berkaldu ikan manyung membuat lidah kita tidak berhenti mengecap setiap detail kelezatannya.

Seperti apa sih ikan manyung itu? Penasaran juga?

Ikan manyung adalah ikan laut sering disebut jambal roti. Ikan ini adalah anggota bangsa ikan berkumis (Siluriformes), famili Ariidae. Berat ikan ini bisa mencapai 6-8 Kg, Bisa dibayangkan besar ikannya seperti apa.

Gambar Ikan Manyung yang beratnya sekitar 6 Kg
Gambar Ikan Manyung yang beratnya sekitar 6 Kg

Ikan ini biasa diolah untuk diasinkan atau dijadikan ikan asap. Nah, di daerah sebelah timur Kab.Pati ada sebuah daerah yang penduduknya bekerja sebagai pengasap ikan, salah satunya adalah tempat pengasapan ikan manyung milik bu Sehno. Beliau merintis usahanya sudah puluhan tahun dari beliau masih belia sampai menginjak usia renta saat ini.

Gubuk tempat pengasapan ikan manyung
Gubuk tempat pengasapan ikan manyung

Tempat ini beroprasi mulai pukul 4.00 wib hari sampai pukul 15.00 wib. Dibantu oleh karyawannya bu Sehno mengolah ikan-ikan manyung menjadi ikan manyung asap, yang nantinya akan di jual di pasar dan dijual kepada restoran yang menyediakan menu Mangut Kepala Manyung yang merupakan menu andalan rumah makan yang ada di pantura timur. Proses pengasapannya sederhana, ikan mayung yang segede gaban itu dipotong kepalnya dan bagian badanya dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dicuci kemudian diasap di atas bara api sedang yang dihasilkan oleh batok kelapa. Dan tidak hanya itu saja, gelembung udara ikan manyung juga dapat diolah menjadi bahan pembuat kerupuk atau pepes. Rasanya hampir sama seperti kerupuk kulit dan rasanya gurih.

Potongan ikan manyung sebelum diasap
Potongan ikan manyung sebelum diasap

Kenapa sih kok Kepala manyung?

Jadi, menurut penuturan para penikmat kudapan lezat ini, kepala ikan manyung lebih terasa sedap dibandingkan bagian badan ikan. Dan porsinya yang super duper jumbo membuat para penikmat kuliner ini merasa puas. Rasa pedas yang dihasilkan dari merica dan cabai rawit membuat para penikmat kuliner ini lupa daratan. Tapi kudapan ini tidak dianjurkan oleh penderita mag dan masalah pencernaan lain seperti saya, tapi saya tetap makan, heheh *gak tahan lihat yang sedep-sedep sih, (jangan di tiru yaa tapi kalau sekali-sekali gak apa-apa kok, hehe). Belum lagi jika mencium aroma sedapnya yang berasal dari santan, daun jeruk, serai dan jahe mengalahkan aroma dan rasa ikan yang amis.

Kepala Ikan Manyung setelah menjalani proses pengasapan
Kepala Ikan Manyung setelah menjalani proses pengasapan

Penasaran dengan rasa lezatnya?

Nah, jika penasaran dengan kelezatannya monggo silahkan mampir jika sedang melakukan perjalanan melewati pantura timur. Ada dua rumah makan yang recommended yaitu adalah:

  • Rumah Makan Sederhana (Jl Silugonggo Kec.Juwana, atau depan Polsek Juwana-Pati, Jawa Tengah, Indonesia).
  • Rumah Makan Pak Bodong (Jl raya juwana-rembang, Ds. Raci Kec. Batangan-Pati ,Jawa Tengah, Indonesia).

2015114315

Share This:

Tinggalkan Comment di Sini ya...! Tapi Jangan Tinggalin Link Hidup!!!

4 Comments


  1. // Reply

    Wiiih kalo mudik ke solo apa aku minta suamiku singgah di pati yaaa.. Cari jalur baru :D. Penasaran ama rasa ikannya.. Kalo memang pedes dan bersantan, aku suka mba.. Karena makanan dr sibolga, kampungku juga seperti itu.. Pesisir juga.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *