Semarang Kota Asmara

IMG_3590Semarang kota asmara begitulah aku menyebutnya. Kenapa? karena ada kasih sayang dan cinta yang bersemayam di kota ini (ciyeeee). Banyaknya kenangan di Kota ini membuatku sering baper (bawa perasaan)Suatu tempat istimewa yang ada di kota ini adalah kota lama. Tempat yang menyimpan banyak sejarah tentang kota ini. Begitu pula sejarah bagiku. Sore itu terlihat begitu cerah sekali sehingga aku memutuskan untuk menapakkan kaki ku menyusuri Kota Lama ini. Sambil mencari sebuah moment untuk dibidik oleh kamera yang sedang aku bawa. Seluruh celah tidak pernah luput dari bidikanku. “Mbak, mbak tolong dong fotoin.” Suara seorang cowok tiba-tiba membuyarkan konsentrasiku. Aku menoleh kearahnya dan melemparkan sebuah senyuman manis yang pernah aku miliki. “Tolong fotoin kita dong mbak.” Cowok itu kembali mengulangi permintaannya. Sambil memberikan sebuah kamera DSLR kepadaku dan menunjuk ke arah seorang cewek yang sedang duduk dan tampak siap berpose. Dengan senang hati aku mengabulkan permintaannya. Aku mengambil dua atau tiga jepretan. Cowok itu tersenyum puas dengan hasil jepretankuyang menurutku sih biasa saja. “Terimakasih mbak.” Cowok itu mengatakannya kepadaku dan terseyum lebar. “Sama-sama” Jawabku singkat dan tak lupa membaals senyumannya. Itulah segelintir moment yang aku tangkap di kota tua Semarang yang sering di sebut dengan “Little Netherland”.  Kota lama memiliki luas sekitar 31 hektare. Jika kita lihat dari kondisi geografi nampak bahwa kawasan ini terpisah dengandaerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri. Kota Lama Semarangmerupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda. Di kawasan ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri kokoh dan beberapa masih terjaga keasliannya, jadi tah heran jika tempat ini di jadikan sebagai obyek foto atau tempat untuk prewedding dengan mengusung tema klasik. Adapun sebuah bangunan yang sangat memikat para pencinta foto yaitu adalah Gereja Blenduk. Atapnya berupa kubah besar yang berbentuk bulat setengah lingkaran, membuat gereja ini di namakan Gereja Belenduk yang dalam artian bahasa Jawa kubah tersebut mempunyai arti Blenduk. Pandangan mataku tak lepas dari sebuah bangunan itu. dengan sigap aku mengabadikan bangunan gereja itu. Gereja ini masih aktif di gunakan untuk beribadah umat kristen. Langgkahku berhenti di sebuah taman yang rindang. Aku duduk di sebuah kursi bernahan betorn yang ada di dalam taman itu. Taman Sri Gunting namanya. Aku mengarahkan pandangan di sekitarnya sambil sesekali melihat hasil jepretanku di DSLR. “Andai saja dia ada di sini.” Aku bergumam pelan. Rasa iri bercampur sedikit dongkol ketika aku melihat gambar hasil jepretanku ketika seorang cowok tadi meminta tolong padaku untuk memotretnya dengan kekasihnya. Yahh, mengingat seorang cowok yang aku sayang tidak sedang berada di dekatku saat ini. Akankah suatu saat aku bisa menikmati keindahan Kota Lama dengan dia? diwaktu sore hari dan menjelang senja di bawah langit yang terlukis dengan indah dengan warna jingganya yang elok.

Share This:

2 thoughts on “Semarang Kota Asmara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *