Kucing dan Toxoplasma Gondii

Takut memelihara kucing karena takut terkena Toxoplasmosis. Peryataan tersebut kerap sekali membuat kita cemas terutama bagi cat lover. Sebelum menyimpulkannya mari kita bahas satu persatu.

Kucing adalah hewan yang lucu dan mempunyai bentuk dan jenis yang beragam. Hewan ini mempunyai banyak penggemar terutama kaum hawa dan anak-anak di bawah umur. Karena tingkah lakunya yang kerap kali menggelitik dan membuat kita gemas. Tapi banyak orang yang mengkambinghitamkan kucing sebagai sumber dari penyakit Toxoplasmosis.

Toxoplasmosis adalah merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang dapat di tularkan kepada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh sporozoa yang di kenal dengan nama Toxoplasma Gondii.

Toxoplasma Gondii adalah parasit protozoa yang menginfeksi manusia dan hewan berdarah panas lainnya, termasuk burung dan mamalia laut. Telah ditemukan di seluruh dunia dari Alaska ke Australia.

Kucing dikenal sebagai pejamu sejati karena T. gondii dapat berkembangbiak secara generatif maupun vegetatif di tubuh
kucing dan familinya (Felidae), sedangkan bangsa burung dan hewan menyusui termasuk manusia sebagai pejamu antara (HOWARD,1987).

Apasih Toxoplasma Gondii itu?

Setelah kita bahas tentang definisi Toxoplasma Gondii, dapat kita simpulkan sedikit bahwa toxoplasma gondii bukan tergolong virus, melainkan sebuah protozoa.

Toxoplasma hanya memiliki satu spesies yang penting yaitu T. gondii. T. gondii pertama kali ditemukan pada gondi yaitu seekor rodensia Afrika. Merozoit (endozoit atau takizoit) T. gondii berbentuk seperti bulan sabit atau pisang dengan satu ujung runcing dan yang lainnya membulat. T. gondii (takizoit) berukuran panjang 4-6 mikron dan lebar 2-3 mikron serta inti terletak dekat ujung yang tumpul (Gambar 1). Menggunakan pewarnaan Wright dan Giemsa sitoplasma terlihat berwarna biru dengan inti berwarna merah berupa massakromatin. Kadang-kadang ditemukan gambaran butir-butir merah disekitar inti yang disebut paranuklear body. Menggunakan mikroskop elektron takizoit terlihat sebuah conoid anterior dan mempunyai organela kompleks apikal dengan 22-30 mikrotubulus subpelikuler, mikronema tidak lebih dari 50 serta 5 sampai lebih dari 20 roptri. Selain itu juga terlihat mitokondria dan sebuah nukleolus di dalam inti.

Bagaimana Perkembangbiakan Toxoplasma Gondii?

Toxoplasma Gondii terdapat 3 bentuk yaitu bentuk Trofozoit, kista, dan Ookista. Trofozoit berbentuk oval, dapat menginvasi semua sel mamalia yang memiliki inti sel. Dapt ditemuka dalam jaringan selama masa akut dari infeksi. Bila infeksi menjadi kronis trofozoit dalam jaringan akan membelah secara lambat dan disebut bradizoit.

Bentuk kedua adalah kista yang terdapat dalam jaringan dengan jumlah ribuan. Kista penting untuk transmisi dan paling banyak terdapat dalam otot rangka, otot jantung dan susunan syaraf pusat.

Bentuk ketiga adalah bentuk Ookista. Ookista terbentuk di sel mukosa usus kucing aseksual atau schizogoni dan siklus atau gametogoni dan sporogoni. Yang menghasilkan ookistas  dan di keluarkan bersama feses kucing.

Kucing yang mengandung toxoplasma gondii dalam sekali eksresi akan mengeluerkan jutaan ookista. Bila ookista tertelan oleh hospes perantara seperti mamalia, sapi, kambing atau kucing maka pada berbagai jaringan hospes perantara akan di bentuk kelompok-kelompok trofozoit yang membelah secara aktif. Pada hospes perantara tidak dibentuk stadium seksual tetapi dibentuk stadium istirahat yaitu kista. Bila kucing makan tikus yang mengandung kista maka akan trbentuk kembali stadium seksual di dalam usus halus kucing tersebut.

Cara penularan Toxoplasma Gondii.

Bagaimanakah penularan toxoplasma gondi? sebelum penasaran mari kita kupas satu persatu dan kita bahas secara gamblang. Infeksi dapat terjadi bila manusia makan daging mentah atau kurang matang, dan daging tersebut mengandung kista. Infeksi ookista dapat di tularkan dengan vektor lalat, kecoa, tikus dan melalui tangan yang tidak bersih. Transmisi toxoplasma ke janin terjadi utero melalui placenta ibu hamil yang terinfeksi bakteri ini. Infeksi juga terjadi di laboratorium, pada peneliti yang bekerja dengan menggunakan hewan percobaan yang terinfeksi dengan toxoplasmosis atau melalui jarum suntik dna alat laboraturium lainnya yang tekontaminasi dengan toxoplasma.

Melihat cara penularan di atas maka kemungkinan paling basar untuk terkena infeksi toxoplasmosis gondii melalui makana aging yang mengandung ookista dengan pengolahan kurang masak. Kemungkinan ke dua adalah dengan melalui hewan peliharaan yang suka makan daging mentah.

Selain menjadi penyebab T. Gondii kucing sendiri juga bisa terinfeksi Toxoplasma Gondii.

Pencegahan Toxoplasma Gondii

Dalam hal pencegahan toxoplasmosis yang terpenting adalah menjaga kebersihan, mencuci tangan setelah memegang daging mentah, menghindari feces kucing pada waktu membersihkan halaman atau kebun. Masak daging minimal pada suhu 66’c atau di bekukan pada suhu 20’c. Menjaga makanan agar tidak terkontaminasi dengan binatang atau serangga. Wanita hamil trimester pertama sebaiknya di periksa secara berkala akan kemungkinan infeksi dengan toxoplasma gondii. Mengobatinya agar tidak terjadi abortus, lahir mati ataupun cacat.

Jadi tidak perlu di kawatirkan untuk memelihara hewan peliharaan seperti kucing atau anjing lantarantakut terinfeksi toxopasma. Karena sebenarnya masuknya protozoa tersebut kedalam tubuh kita bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan lingkungan terurama kandang hewan kesayangan kita.



		
		
		

Share This:

One thought on “Kucing dan Toxoplasma Gondii”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *