Ta’aruf

Pernah denger kata ta’aruf ???

Apa sih ta’ aruf itu?

Terus terang gue bener2 galau akhir2 ini, lantaran gw bikin ulah di rumah yang ujung2nya gw harus di todong sama bokap “Kapan mau nikah???????”

Nikahh??????? Apa??? ya Allah, pacar aja gw kagak punya.

Dari situ pikiran gw melayang2. Dari yang takut di jodohkan lah sampai yang gak enak makan di rumah lantaran tiap makan bareng yang di bahas di meja makan topiknya sama “NIKAH”.

Gue jadi inget ketika gw pergi ke surabaya tahun lalu dan ketemu sama om Anggit. Waktu itu memang gw nginep di rumah dia. Dan salahnya gw, gw janjian sama gebetan gw di situ. Ketika gw mau pamitan kluar nonton, yang ada malah kena wejangan tentang ta’aruf.

“Tau nggak larangan pacaran dalam islam?

ini hadistnya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur : 31)  kalau bisa ta’aruf aja langsung nikah, gak usah pake pacaran.” Kata om anggit panjang dan lebar, kali tinggi. Memang sih keluarga kecil om Anggit keluarga yang menurut gw syar’i, jadi setiap langkah perjalanan mereka penuh dengan doa dan bimbingan Allah. Gw juga melihat kalau keluarga mereka berasa adem ayem dan tentrem.

Apa sih Ta’aruf itu?

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah (Pernikahan) – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal. (Sumber : wikipedia)

Jadi intinya, kenal trus nikah?trus gak pacaran gitu?

kata siapa gak bisa pacaran? Bisa aja kales…..

Jadi pacarannya nanti setelah nikah, bukannya malah di halal kan, mau melakukan apa aja nggak ada yang larang dan gak ada yang bilang “bukan muhrimnya” kan sudah sah secara agama dan negara. Nggak dosa dan lebih aman. Mengurangi rasa galau lantaran takut di putusin gara2 cewek lain (kecuali talak).

Gimana? mau pacran dulu baru nikah ato nikah dulu baru pacaran…hemmm kalo gw sih lebih milih yang kedua sihh, mengingat pacaran banyak makan ati (curcol).

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *