My stories

Indahnya GUCI Tak Seindah Hati Ku

Pernahkan kalian mendengar kata Guci?hemm bukan Guci yang biasa di gunakan sebagai hiasan rumah atau sebagai koleksi para kolektor benda-benda zaman purba. Guci yang akan saya bahas di sini adalah sebuah tempat wisata.
Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius. Dari Kota Slawi berjarak ± 30 km, sedangkan dari Kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan.

Wiasata alam Guci ini menyuguguhkan berbagai banyak obyaek wisata seperti pemandian air hangat yang di percayai bisa menyembuhkan penyakit seperti rematik, koreng serta penyakit kulit lainnya, khususnya Pemandian Pancuran 13 yang memilliki pancuran berjumlah tiga belas buah. Adalagi fasilitas pemandian terbuka seperti Pancuran 7, pancuran 5 dan kolam renang yang di antaranya ada kolam renang Duta Wisata, Barokah, Mega Indah. Pemandangan Alam di Guci tidak kalah dengan pemandangan Alam di tempat wisata lain.

Guci juga memiliki 10 air terjun.  Diatas pemandian pancuran 13, bisa di jumpai air terjun dengan air dingin bernama Air terjun Jedor. kita juga bisa berkeliling di sekitar obyek wisata dengan menyewa kuda dengan tarif sewa yang relatif murah.

Obyek wisata Guci juga memiliki fasilitas penginapan (kelas melati sampai berbintang), wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, dan bumi perkemahan.

Sekilas Tentang Obyek wisata Guci yang menawan Hati yang saya dengar dari teman-teman yang pernah datang kesana. Saya pun penasaran dengan indahnya obyek wisata ini, saya memutuskan untuk mengajukan ide saya kepada teman-teman kantor untuk berwisata ke Guci. Dengan menyewa kendaraan Elf kami punberangkat dengan pasukan 9 orang laki-laki dan salah satunya saya yang berjenis kelamin perempuan. Singkat perjalan kami tempuh dari Semarang selama kurang lebih 6jam perjalanan. Dengan seorang sopir paruh baya membawa kami dengan hati-hati menuju Tegal.

Rasa lelah perjalanan dari Semarang menuju Tegal terbayar sudah ketika kami melewati jalanan berliku menuju kaki gunung Slamet. Hijaunya pemandangan membuat kami lupa akan tumpukan pekerjaan di kantor dan sejuknya pemandangan membuat paru-paru kami menjadi bersih.

Sesampainya di Lokasi wisata tak henti-hentinya saya menghirup udara yang segar ini.

Kami pun mulai berpencar mencari obyek-obyek yang akan kami sambangi. Saya bersama kelima teman saya masuk ke dalam kolam renang Duta Wisata untuk menikmati sauna alam yang disuguhkan tempat wisata ini.

Sekilas teringat tentang niat yang mungking sempat saya urungkan, yaitu ingin mengungkapkan sebuah keresahan yang mengerak di hati ini beberapa bulan lalu kepada salah satu teman sekantor saya yang sempat membuat semua suasana menjadi canggung dan kaku. Saaya melihat dia sedang asik berenang dengan teman-teman yang lain. Dan saya cuma bisa tersenyum dan menahan debar jantung yang dari tadi berderam kencang. Suasana di sini sangat indah dan sayang sekali kalau terlewatkan.

Atau mungkin saya salah hari untuk datang ke sana?karena saat kami datang bertepatan dengan hari kamis.  Konon katanya Objek wisata ini biasanya ramai dikunjungi pada malam Jumat Kliwon. Banyak orang yang ngalap berkah. Katanya, jika mandi pada pukul 12 malam dengan memohon sesuatu, permohonan apapun akan dikabulkan. Kepercayaan ini sudah menjadi turun-temurun.

Diceritakan air panas Guci adalah air yang diberikan Walinsongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkat, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci. Tapi karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas tanpa belerang yang penuh rahmat ini. Sebagai tambahan saya akan menceritakan sedikit sejarah obyek wiasata Guci.

Tahu kah kalian sejarah Obyek Wisata Guci?

Obyek Wisata Guci bermula setelah ditemukannya sumber mata air (Bahasa Jawa: tuk) di Desa Guci dan diteliti tidak mengandung racun. Maka pada tahun 1974 pemandian air panas dibuka untuk umum dengan fasilitas yang masih alami, wisatawan masih mandi di bawah gua sumber mata air panas yang konon tempat itu merupakan daerah kekuasaan dayang Nyai Roro Kidul yang bertugas di wilayah sungai sebelah utara Gunung Slamet atau lebih dikenal sebagai Kali Gung. Di kawasan tersebut juga terdapat pohon beringin dan pohon karet yang sudah ratusan tahun yang konon ditanam oleh keturunan Kyai Klitik yang bernama Eyang Sudi Reja dan Mbah Abdurahim pada tahun 1918. Dengan maksud agar daerah tersebut tidak mudah longsor, kuat serta rindang. Sampai sekarang pemandian air panas Guci menyimpan misteri kegaibannya sebab merupakan peninggalan para wali terdahulu penyebar agama islam, dan masih banyak tempat – tempat yang menyimpan sejarah seperti petilasan Kyai Mustofa dan makamnya di Pekaringan berjarak 5 KM dari Desa Guci, Kyai Mustofa adalah seorang ulama keturunan kanjeng Sunan Gunungjati yang syiar Islam kemudian bertapa di Desa Guci pada zaman cucu Kyai Klitik.

Walaupun Indahnya Guci tak seindah hati ku saat itu, tetap saya ingin kembali berkunjung ke sana dengan moment baru dan cerita baru dan yang lebih indah tentunya mengiringi indahnya suasana yang Guci suguhkan kepada para wisatawan. Karena pesona Alam indonesia begitu indah dan menyimpan banyak misteri terbentuknya.

Share This:

Leave a Reply