Arti Sebuah Penampilan

Baru kali ini gw merasakan yang namanya Jam istirahat dan benar2 merasakan nikmatnya makan siang. Sungguh terasa Nikmat. Ya Alloh seger banget…

Bukannya pekerjaan markenting itu terjun lapangan alias outdor job. Yahh memang tapi sering kali gw mendapatkan belas kasihan dari para calon debitur gue. Gw prospek, gw kanvasing, gw door to door mencari makanan. Sambil menraung-raung kelaparan. Oke…kenapa gw sering melakukan kunjungan di jam makan siang?karena itu adalah trik dari seorang  markentir yaitu adalah “Mencari makan gratis” *naikin alis. Gileee bukan itu kali. Kenapa? Karena kalo jam makan siang pemilik usaha atau calon debitur berada di rumah. Alias lagi istirahat. Jadi pasti gw bisa bertemu dengan beliau.

Tapi kali ini gw ingin menikmati jam makan siang ala2 bos. Menu makanannya gak mewah dan tempat makannya pun di bilang gak mewah juga. Gw duduk. Lalu di susul mbak2 yang datang menggunakan baju batik seragam membawa daftar menu dan gw memilih sebiji bandeng bakar dengan nasi dan segelas lemon tea favorit gw. Sambil menunggu pesanan gw keluarkan bebe dan sebuah buku novel yang nggak seperti novel karya Raditya Dika. Gw baca sambil sesekali membalas bbm dari temen2 gw dan gak lama kemudian makanan pun datang. Karena 2 hari gw gak makan. Dengan bringas gw lalap makanan di depan gw sampai abis sama piringnya (emangnya kuda lumping). Setelah selesai makan gw selalu Setelah cuci tangan. Gw pun kembali  tempat duduk dan memandang setiap orang yang datang tanpa mereka tau keberaaan gw. Sambil membelakangi kipas angin yang muternya lumayan kenceng.

Gak lama kemudian datanglah segerombolan manusia yang kalau di lihat dari penampilannya mereka adalah pegawai bank, atau pegawai negri sipil yang sengaja cabut di jam makan siang atau bisa jadi anggota powerangers yang datang hendak menyelamatkan bumi. Duduk di meja sebelah gw.Masih sambil baca dan pantengin bebe. Samar2 gw denger obrolan mereka. Jadi mereka terdiri dari tiga orang laki2 satu orang laki2 berkumis tebal seperti pak raden dan agak botak dan dua di antaranya adalah laki2 paruh baya dengan wajah biasa2 aja. Dan terdiri dari dua orang perempuan berjilbab yang satu agak cantik dan yang satu agak tua.

‘ehh pak istrinya belikan tas kayak gini pak biar modis’ Kata cewek yang gak tua kepada laki2 yang berkumis. Sepertinya dia sedang menawarkan barang dagangannya atau dia sebagai makelar toko online.

‘Iya pak bagus itu’ cewek yang setengah tua ikut menimpali.

‘Walah mbak percuma Bojo ku wong ndeso (dibaca : istri gw orang udik) di belikan semahal apa tetap katrok’ kata laki2 mirip pak raden itu. Di iringi suara tawa dari kedua laki2 yang agak muda.

‘Lohh jaman sekarang lhoo pak harus update’ Kata ibu2 yang agak tua.

Terkadang suatu penampilan itu perlu di jaga. Sabagai contoh dengan memakai pakaian tidur saat maen, atau pakai pakaian renang saat tidur (Gila apa yaa?) Maksud nya kita musti bisa menyesuaikan dimana kita berada dan bersama siapa kita bersama bahkan sedang apa yang kita lakukan. menurut hasil riset Galileo, 66% para wanita cenderung lebih suka menampilkan penampilan luarnya untuk terlihat perfect aja. Atau menarik lawan jenis. Terkadang gw sering merasa jengkel. Ketika gw merubah sedikit penampilan gw menjadi feminim. Pakai wedges, pakai rok panjang, hijab di model unyu2 pake aksesoris dan tas cantik. Ketika gw keluar dari mobil Gw di sapa “Pagi ibu?ada yg bisa saya banting?” Ohh silahkan kalau mau banting2an. Dan saat gw memakai celana jeans pake kaos dan terlihat casual banyak yang komentar. Lecek banget sih lo?? Haduh….Bingung gw. Mau jongkok takut ada yang kluar. Mau pegangan tusuk gigi kurang panjang. Kalo gw sih simple aja. Yang penting penampilan rapih itu sudah menunjukkan suatu keselarasan dalam diri kita.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *