Complicated

pagi yang cerah mentari pun bersinar terang. Gue dan seperti biasa mulai menyusuri kecamatan dam menembus desa. Dengan belalang tempur gue. yang sudah gue isi dengan pertamax yang harganya sudah turun dati 12 ribu menjadi 11.650. Gue melihat sekeliling gue banyak kendaraan berlalu-lalang dari yang beroda dua sampai beroda lebih dari empat. Semua gue lihat biasa. Dan mungkin mereka pun memandang gue biasa.

Terlihat biasa. Padalah yang ada di pikiran gue adalah Target sekali lagi gue pertegas TARGET. Dan gue sedang tergencet. Tergencet oleh sebuah pressure dari management. Gue sadar beratnya jadi seorang marketing di sebuah perusahaan perbankkan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, gampang, dan enjoy. Melainkan sebuah pekerjaan yang memerlukan akal tak sehat dan perjuangan yang memeras tenaga. Hidup yang gue rasakan semakin sulit dan terhimpit. Siang itu sudah menjelang sore gue bersama teller gue menerjang banjir. Niatan gue menawarin top up penambahan pinjaman oleh debitur gue dan sejalan dengan itu kita mau nagih debitur gue. Tapi gak ketemu.

Gue ingat kejadian tadi pagi yang menimpa gue dan teman gue yang membuat teman gue di semprot sama si bos. Oke. Gue terpakasa melakukan itu karena gue sebenarnya ingin mencari jalan tengah dan solusi. Karena gue juga serba salah. Kemaren gue sudah berusaha ngomong sama temen gue tentang kekurangan berkas. Tapi temen gue . tanggapannya sinis. Gue tau kok kalo lu gak senang sama gue, dan lo pengen gue jatuh. Dan gue juga tau lo sering cerita kejelekan gue di depan si bos. Yang belum tentu itu benar adanya. Yaaaooolohhh….

Tapi it’s oke…gue maafin dan gue minta maaf untuk kejadian tadi pagi. Gue udah lupakan. Karena gue bisa memenuhi permintaan bos gue yaitu FAP untuk hari kamis (Form Aplikasi Pinjaman) yeeeee…akhirnya gue dapat juga. Karena gue tadi sempet bingung. Dan gue gak mau pulang tanpa hasil. Sekali lagi PULANG TANPA HASIL. Dan ketika gue pulang dengan hasil gue terjebak macet di pertigaan. Macet parah seperti Jakarta. Dan gue sempet berfikir inikah Jakarta?bukan ini Juwana. Inikah Surabaya?Bukan ini Juwana. Tapi kenapa MACETTTTTTTTT…..gue pakai roda 2 gak bisa lewat apalagi roda 4? gue terjebak 2 jam di situ dari jam setengah 5 sampai setengah 7 dan gue baru bisa lolos. Bebe gue mati dan handphone gue pun mati. Gue pulang kantor sudah tutup. Apes gue gak bikin laporan. Dan gue pun langsung pulangggggg………gue capek banget. Sekarang yang perlu gue catet adalah nikmati setiap pertikaian yang ada. Gue terinjak, gue terhimpit, gue terhina, di pandang sebelah mata, yang harus di catet adalah nikmati saja. Dan tersenyum walau hati gue dongkol… keep smileeeeeeeeee……

Share This:

2 thoughts on “Complicated

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *