Tante” Bohay

Dalam lelapnya tidur gue, terdengar sayup-sayup suara yang menurut gue itu adalah suara mama yang akrab terdengar setiap pagi, ibarat kaset yang wajib di putar setiap hari. ‘bangun, sholat shubuh, kandang si mikke di beresin, buatkan susu si mikke’ itulah kata-akata wajib yang selalu di lontarkan mama setiap pagi. Dan dengan mata merem sedikit berbelek dengan nyawa yang masih nggantung ntah dimana gue beranjak dari tempat tidur dan mengambil air wudhu lalu sholat dan mengerjakan instruksi selanjutnya. Seperti bala tentara yang hendak perang dan harus mematuhi perintah komandan perang. Satu persatu gue kerjakan dari yang kasih sarapan si mikke, gue aja belum sarapan, bersiih kandang dia sampai menyetrika baju gue. Benar-benat seperti pembantu liburan kali ini. Sebelum gue mandi gue buka tudung saji di meja makan alamak sisa pizza semalam masih gue sikat karena perut gue yang sudah mulai dangdutan, masih tersisa 3 slice dan gue santap 1 masih tersisa 2 slice yang kemudian di hangatkan mama diatas pan. Pikir gue kenapa gak di panasin dari tadi?

Selangkah dua langkah gue putuskan untuk mandi dan tiba-tiba bbm (black berry messager) gue bunyi dan ternyata pesan singkat dari temen kantor gue, namanya Damayanti dia orang asli pulau dewata yang ngungsi ke Bawa gara-gara takut terkena teror bom Bali. Berkulit putih, berambut cepak ala polwan dan bertubuh tinggi dengan berat badan 58kg. Hari ini dia mau ngajakin gue senam, oke gue gak pernah senam, menurut gue olahraga yang paling alay adalah senam, karena senam itu identik dengan menggerakan badan, memutar pinggul, jongkok berdiri jongkok berdiri gak ada tantangannya. Lain halnya seperti renang dan basket. Oke kembali pada ajakan Damayanti untuk senam. Gue pun mengiyakan ajakan dia dan gue pertma kalinya untuk gabung dalam sanggar ini. Sesampainya di Sanggar “Senam Diva”. Alamak gue kaget gue heran dan gue terbelalak. Ini sanggar senam apa perkumpulan tante’ dan disitu gue ketemu temen nyokap gue badminton namanya tante Lely gue akrab manggilnya Tante Lely karena emang udah tante2 masakmau di panggil mbak2 gak pantes dengan wajahnya yang putih mulus dan bohay. Dengan setengah malu gue di sapa sama tante Lely ‘dek ikutan senam juga’. ‘iya tante baru pertama ini’ sahut gue lirih karena¬†gue sempet berfikir, sepertinya gue salah kostum hari ini. Gue datang dengan memakai t-shirt panjang warna kuning cerah dan celana skinny jeans dan memakai jacket merah kerudung hitam dan sepatu convers. Dan untung nya gue membawa hotpants, gue pun mengganti skinny jeans gue dengan hotpants.

Musik pun menyala dengan lantunan musik erobic dan ketika para tante” berbaris menempatkan diri, gue cuma bisa nelen ludah gue, dan gue berfikir, ternyata gue berada di antara tante” sexy dan gue rasa gue salah kostum, baiklah kostum yang gue pakai t-shirt kuning dan cenalan hotpants dengan panjang tiga puluh centimeter dan tidak ketat, dan diantara mereka kostum gue paling sopan. Ketika ada penilaian kesopanan dalam berpakaian di ruangan itu gue lah pemenangnya. Coba aja kita amati dari kostum yang di pakai Damayanti yaitu tangtop hitam dengan setelan celana shot pendek panjang kira2 limabelas centimeter dan kostum yang di pakai tante Lely kostum senam dengan setelan seperti bentuk tangtop dengan tali berbentuk huruf X dipunggung dengan nuansa tali bra yang kelihatan dengan panjang kira limacentimeter diatas puser dan setelan celana seperti celana dalam dengan gabungan rok yang panjangnya sekitar sepuluh centimeter dan tak lain halnya dengan tante2 lainya. Begitu terlihat bohay walaupun bentuk perutnya pada bergelambir akibat persalinan. Dan gue melihat perut gue ternyata masih terlihat sexy karena masih sixpack. Dan kenapa gue nggak pake Bra dan celana dalam saja biar lebih terlihat sexy dari mereka?

Instruktur senam pun memulai gerakannya. Gerakan senam erobik yang ritme gerakannya cepat sekali seperti di kejar2 suster ngesot. satu…dua..satu..dua hitungan intruktur terdengar sayup2 karena kerasnya alunan musik erobik dengan judul oplosan dan sedikit gerakan goyang sesar yang lagi mendunia akhir-akhir ini. Dan gue mengikutinya dengan semangat walaupun agak belepotan. Hampir setengah jam dan keringat pun mulai bercucuran segede jagung2. Paha semakin terasa ngilu. Otot perut semakin terasa kencang dan lapar. Tapi gue tetap semangat mengikuti gerakannya dengan nafas tersenggal-senggal. Gue geli melihat gerakan tante2 bohay dengan pakaian sexy nya dan sambil menahan tertawa gue kentut dan gue berharap kentut gue tidak bau mengharumi isi ruangan hanya saja bunyinya gak mau kalah dengan suara musik oplosan remix tersebut.

Sesi pertama selesai dan sepertinya masih ada dua sesi lagi, gue ambil botol minum gue gue tenggak dan habis lima ratus mililiter. Ternyata senam itu menguras tenaga.Asal tidak menguras pikiran dan batin, karena separuh batin gue sudah di gerogoti oleh kegalauan cintague dan kagalauan suasana kantor gue yang mengakibatkan performa gue menurun akhir-akhir ini. Begitu mengenaskan dan berpengaruh dengan berat badan gue yang semakin susut. Sesi ke dua adalah senam BL (Bokong Lebar) ups bukan Bokong lebar tapi BL itu adalah Body Language yaitu senam untuk pembentukan body agar terlihat sexy. Sexy seperti gitar spanyol. Dan gue lupa kalo kedua paha gue tertempel salonpas koyo dengan muka yang agak memerah dan dengan gaya mengikuti instruktur senam gue lepas satu persatu lalu gue masukkan ke dalam saku celana. Dalam gerakan senam BL ini agak beda dengan erobic. Gerakannya cenderung agak kalem mengandalkan kelenturan tubuh tapi sayangnya badan gue tidak lentur meskipun dulu ketika gue TK menang berkali kali dalam pentas seni tari tradisional antar kecamatan dan kabupaten. Dan ketika gue beranjak remaja bakat itu terpendam lagi. Gerakan yang bikin gue geli dalam senam BL ini adalah ketika ada gerakan seperti lumba2 lumpuh, jadi badan tengkurap kaki di tekuk keatas sambil di pegang ke dua tangan dan digerakkan maju mundur persis kayak lumba-lumba lumpuh. Dengan iringan musik “wedi karo bojomu”. Dan sesi ketiga adalah cooldown yang artinya pendinginan. dalam hal ini adalah sesi terakhir dimana gerakan yang dilakukan sangan slow dan mengandalkan sirkulasi pernafasan.

Selesai saudah senam hari ini gue pun bergegas pulang karena merasa risaih dengan keringan gue yang terus bercucuran dan merasakan bau ketek gue semakin asem. Dengan motor beat milik sepupu gue, gue tarik gas dengan angka di spido meter menunjukkan angka empat puluh kilometer perjam. Bagi gue itu sudah di atas normal dengan jarak yang tidak jauh dari rumah gue. Setibanya di rumah gue segera mandi di bawah shower dan kramas sambil bernyayi di kamar mandi seperti di sinetron ftv ketika putus cinta. Dan setelah mandi gue mulai menikmati indahnya liburan hari ini dengan secangkir jus alpukat dan sepiring pentol ikan buatan nyokap di temani si Mikke kucing gue sambil baca novel karya Raditya Dika. Dan gue semakin menikmati ketika mama dan papa pergi kerumah nenek. Sampai akhirnya gue tertidur dan gue lupa kalo sebelum mama pergi gue di minta untuk masak sayur asem. Mampus gue…….

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *